oleh

‎Polisi Amankan Bom di Kantor KIP Langsa 

-Aceh-322 views

PENANEGERI, Langsa – Aparat Polres Langsa dan Brimob Subden 2 Den B Pelopor Aramiah, berhasil mengamankan bom yang diletakkan di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa.

Setelah bom berhasil diamankan, massa juga mendatangi Kantor KIP Langsa dengan jumlah yang lebih besar lagi sehingga Polres Langsa menurunkan pasukan Dalmas untuk membubarkan masa tersebut.

Namun, aksi massa semangkin brutal dan tidak terkendali dan melempari petugas dengan sejumlah benda tumpul serta botol air mineral, meliihat eskalasi massa yg semakin meningkat, Polisi menembakan air ke arah massa  dari mobil water canon agar masa dapat terpecah dan segera membubarkan diri.

Ternyata hal itu tidak menyurutkan nyali para pendemo, sehingga pihak keamanan menerjunkan pasukan Tri Patra yang terdiri dari Sat Sabhara Polres Langsa, Sat Brimob Subden 2 Den B Pelopor Aramiah dan TNI dari Kodim 0104 Atim.

Setelah pasukan Tripatra terjun pendemo belum juga membubarkan diri dan semakin anarkis sehingga Tim Patra mengambil tindakan dengan cara melumpuhkan salah seorang pendemo yang diduga sebagai provokator pada aksi unjuk rasa tersebut.

Semuanya itu terlihat dalam simulasi pengamanan Pemilu 2019 yang dilaksanakan Polres Langsa, Rabu (19/9) di Lapangan Asga II, Gampong Jawa Kota Langsa.

Dalam drama simulasi, unjuk rasa itu dipicu kecurigaan masyarakat bahwa telah terjadi kecurangan pada Pemilu 2019. Dimana, salah seorang pendukung salah satu Parpol, tidak terima dengan hasil yang telah ditetapkan oleh petugas KPPS di TPS 005, mereka mencurigai adanya praktek kecurangan dan sabotase saat dilakukan pemungutan suara di TPS 005.

Sehingga, beberapa pendukung salah satu calon memprotes dengan mendatangi TPS 005 dan menuntut agar dilakukan pemungutan suara ulang di TPS dimaksud. Disinilah mulai awalnya terjadi keributan antara petugas dan beberapa pendukung Paslon di TPS 005, tapi pihak keamanan dengan sigap memberikan pemahanan kepada warga yang keberatan bahwa pelaksanaan pemungutan suara tidak dapat dilakukan ulang.

Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa SIK, mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk melatih anggota agar memahami tugasnya pada saat pelaksanaan pengamanan Pemilu 2019 mendatang.

Komentar

Berita Terbaru