oleh

12 Orang Tewas akibat Bom Mobil di Baghdad

PENANEGERI, Desk Internasional- Mobil yang bermuatan sarat bahan peledak meledak di pasar grosir yang merupakan wilayah mayoritas kaum Syiah, di Sadr City, Baghdad, Irak menyebabkan 28 orang terluka dan 12 (dua belas) orang tewas.

Sebuah bom mobil telah menyerang daerah pasar grosir Jamila yang sibuk di Baghdad timur, menewaskan sedikitnya 12 orang, kata beberapa pejabat Irak.

Mobil yang diledakkan dengan bahan peledak itu meledak di pasar Jamila grosir di distrik Syiah, Sadr City Baghdad, Senin pagi (28/8), kata seorang perwira polisi Irak.

Ledakan tersebut juga melukai 28 orang lainnya, katanya, mengatakan korban tewas diperkirakan akan meningkat lebih lanjut.

Seorang petugas medis mengkonfirmasi angka korban. Kedua pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak diizinkan untuk berbicara dengan wartawan.

Asap hitam tebal mengepul dari daerah itu dan orang-orang kabur dengan panik. Di tempat itu, pecahan logam dan pecahan kaca mengotori trotoar, bersama dengan sayuran dan barang lainnya yang dijual di pasaran.

Setidaknya satu tentara terlihat dievakuasi dari tempat kejadian, yang ditutup oleh pasukan keamanan.

Negara Islam Irak dan kelompok Levant (ISIL) atau diknela pula sebagai kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam sebuah pernyataan online mengenai senjata media, badan propaganda Aamaq.

Pemboman tersebut terjadi saat pasukan Irak yang didukung AS berada dalam tahap akhir untuk merebut kembali kota Tal Afar di utara dari ISIL/ISIS, yang juga dikenal sebagai ISIS, sekitar 150km dari perbatasan Suriah.

Pada hari Minggu (27/8), pasukan militer Irak mengatakan telah “membebaskan sepenuhnya” pusat kota Tal Afar dari cengkeraman kelompok ISIL/ISIS.

Pada hari Senin (28/8), pasukan Irak tersebut bertempur di pinggiran distrik al-Ayadia, sekitar 10km barat laut Tal Afar, di mana sebagian besar militan ISIS melarikan diri.

Tal Afar adalah satu dari sedikit kota yang tersisa di Irak yang tadinya masih berada di tangan ISIL/ISIS setelah pembebasan Mosul pada bulan Juli dari kelompok tersebut. Kini Tal Afar sudah dikuasai kembali oleh pemerintah Irak.

Kelompok militan ISIL/ISIS dilaporkan masih menguasai kota Hawija di utara, serta Qaim, Rawa dan Ana, di Irak barat di dekat perbatasan Suriah. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru