oleh

140 Orang Prajurit Afghanistan Tewas Diserang Taliban usai Sholat Jumat

PENANEGERI, Desk Internasional- Serangan gerilyawan Taliban di pangkalan militer Tentara pemerintah Afghanistan  di provinsi Balkh menewaskan sedikitnya 140 orang tentara pemerintah Afghanistan, dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan kilat, bertepatan  saat sholat Jumat, pada hari Jumat (21/4).

Gerilyawan Taliban yang menyerang pangkalan militer Afghanistan berhasil membunuh 140 orang personil militer pemerintah Afghanistan.

Gerilyawan Taliban yang mengenakan seragam militer tiba-tiba menyerang pangkalan militer di provinsi Balkh saat tentara negara Afghanistan sedang sholat Jum’at.

Pejabat pemerintah Afghanistan Mohammad Ibrahim Khair Andesh, selaku kepala dewan provinsi mengatakan selain 140 korban prajurit tewas setelah serangan hari Jumat di sebuah pangkalan militer di provinsi Balkh utara, juga sebanyak 160 orang lainnya cedera dalam serangan tersebut, demikian papar  Mohammad Ibrahim Khair Andesh, selaku kepala dewan provinsi pada hari Sabtu (22/4).

Korban 140 tentara Afghanistan yang mati terbunuh ini menjadikan hal ini satu-satunya serangan paling mematikan yang dilakukan oleh pihak Taliban di sebuah pangkalan militer Afghanistan dalam rangkaian perang yang panjang antara tentara pemerintah Afghanistan melawan gerilyawan Taliban.

Baca Juga  Orang-orang Bersenjata Menyerang Pusat Pelatihan Militer di Kabul Afghanistan

“Hari ini, bahkan ada kekurangan peti mati,” kata Ibrahim Khairandish,  yang juga seorang anggota dewan provinsi di Provinsi Balkh, di mana serangan tersebut terjadi.

Para tentara yang tewas kebanyakan dari mereka tidak bersenjata, ditembak saat makan siang atau baru saja usai melaksanakan Shalat Jumat di markas Korps ke-209 Afghanistan di Balkh oleh penyerang dari pihak Taliban yang memakai seragam militer yang masuk, setelah meledakkan pos pemeriksaan.

“Sebagian besar yang tewas berada di masjid; Beberapa dari mereka berada di ruang makan, “kata Khairandish.

Satu orang penyerang ditahan, dua penyerang meledakkan diri dan tujuh lainnya tewas dalam serangan tersebut, yang berlangsung beberapa jam dan menargetkan tentara di sebuah masjid dan sebuah fasilitas makan, demikian rilis keterangan kementerian pertahanan Afghanistan.

Seorang saksi menyatakan ada sekitar 10 gerilyawan Taliban yang masuk menyerang markas militer di Balkh, salah satu dari mereka meledakkan bahan peledaknya  di pos jaga dan yang lainnya menyerbu ke dalam saat itulah baku tembak meletus,

Baca Juga  Produksi Opium Afghanistan Melonjak Drastis

“Ada dua pos pemeriksaan namun para pejuang berhasil melewatinya juga. Itu kacau dan saya melihat lebih dari 60 orang tewas di tempat. Korbannya masih meningkat karena ini adalah serangan berskala besar. Orang-orang takut dan punya banyak pertanyaan.” ujar seorang saksi mata seperti yang dikutip oleh kantor berita Al-Jazeera.

Gerilyawan Taliban menggunakan tiga kendaraan militer dengan dokumen palsu meluncurkan serangan tersebut dengan menembakkan sebuah roket di pintu masuk pangkalan tersebut, seorang pejabat militer mengatakan kepada kantor berita DPA.

Sumber tersebut mengatakan bahwa 10 pejuang pertama kali menargetkan masjid tersebut, di mana staf tentara melakukan shalat Jumat, sebelum pindah ke fasilitas makan, kata sumber tersebut.

Beberapa helikopter militer terlihat terbang di atas fasilitas militer tersebut sesaat setelah serangan terjadi dan ambulans kemudian berdatangan usai serangan, dengan membawa mayat korban, kata seorang koresponden kantor berita AFP.

Pihak Taliban telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pihak Taliban bahkan mengklaim berhasil menewaskan 500 orang tentara pemerintah Afghanistan atas serangan di hari Jumat itu. (*)

Komentar

Berita Terbaru