oleh

141 Orang Diamankan Polisi terkait Kasus Pesta Sex Gay

PENANEGERI, Jakarta-  Pihak Kepolisian telah menahan 141 orang pria termasuk beberapa orang asing dalam sebuah penggerebegan akhir pekan karena diduga mengadakan pesta gay di sebuah sauna dan tempat fitnes di utara Jakarta.

Pihak Kepolisian telah menahan 141 pria yang dicurigai ikut serta dalam pesta seks gay dan melanggar undang-undang pornografi.

Sepuluh orang termasuk pemilik sauna, beberapa anggota staf, pelatih olah raga, resepsionis dan satpam telah dijadikan tersangka, sementara yang lainnya diinterogasi polisi.

Kabid Humas Polda Metro jaya Kombes polisi Argo Yuwono mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka yang ditahan telah “melanggar undang-undang pornografi”, dan bahwa sauna itu telah digunakan sebagai tempat pesta seks.

Polisi menggerebek sebuah ruko di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu (21/5) malam karena di tempat itu digelar pesta kaum homoseksual bertemakan “The Wild One”.

Acara digelar di sebuah Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading RT 15 / RA 03 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Polisi melakukan penggerebekan pada Minggu (21/5) sekitar pukul 19.30 WB.

Ratusan tamu berpartisipasi dalam acara itu. Mereka masuk dengan membayar Rp 185 ribu. Mereka mendapatkan beberapa fasilitas yang ada pada ruko berlantai tiga tersebut, yakni lantai 1 fasilitas fitness, dan lantai 2 fasilitas penari telanjang berjumlah empat orang.

Sementara Lantai 3 adalah fasilitas spa tempat para berendam dan diduga sebagai tempat melakukan perbuatan homoseksual.

Selain mengamankan 141 orang, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa kondom, tiket, rekaman kamera pengawas, foto kopi izin usaha, uang tip penari telanjang, kasur, iklan acara The Wild One, serta ponsel genggam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihak penyelenggara menerapkan tarif tertentu kepada para peserta pesta kaum homoseksual tersebut.

“Para tamu untuk masuk ke event tersebut dikenakan tarif sebesar Rp 185.000 dan bebas menggunakan fasilitas di tiga lantai ruko itu,” ujar Kombes Argo.

Kabid Humas menjelaskan, ruko tiga lantai tersebut memiliki fasilitas, yakni lantai 1 ruko merupakan tempat fitnes, lantai 2 merupakan tempat tari erotis striptease gay dan lantai 3 merupakan tempat spa.

“Di lantai 2 kami mengamankan 4 pemain striptease dan di lantai 3 adalah spa tempat para kaum tersebut berendam serta melakukan tindak asusila,” kata Argo.

Dari penggerebekan tersebut polisi mengamankan 141 pria. Dari 141 pria yang diamankan, polisi untuk sementara menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 141 orang dari penggerebekan yang dilakukan pada Minggu (21/5/2017) malam.
10 orang dijadikan tersangka. 10 orang itu bernisial CD, N, D, dan RS yang merupakan pengelolan tempat tersebut, SA, BY, R, dan TT penari striptis, dan A, S yang merupakan tamu yang tertangkap menari bersama para penari striptis. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap 131 pengunjung lainnya

Beberapa orang yang diamankan pada kasus pesta seks gay ini diarak di depan media pada sebuah konferensi pers, mengenakan topeng hitam pada hari Senin (22/5).

Jika terbukti bersalah di pengadilan maka  sesuai undang-undang anti pornografi yang ketat di mana pelaku dapat menghadapi hukuman penjara.

Polres Metro Jakarta Utara Kombes Dwiyono mengatakan, aktifitas pesta kaum gay di salah satu ruko di Kelapa Gading, Jakarta Utara telah dilakukan selama setahun lebih.

Dari keterangan pihak pengelola yang diamankan, setiap hari Minggu, diadakan pesta dengan menghadirkan penari striptis.

Pengunjung yang datang, lanjut Dwiyoni tidak hanya dari Jakarta, pengunjung juga banyak dari luar daerah.
“Untuk kegiatan ini memang tempat fitness sudah 3 tahun yang lalu. Namun digunakan yang seperti ini kurang lebih 1 tahun.

Utamanya hari Minggu cukup ramai dan mereka tiap hari Minggu mengadakan even, sebuah pertunjukan striptis laki-laki yang dilihat oleh para tamu,” ujar Dwiyono di Mapolres Jakarta Utara, Senin (22/5).

Kasus pesta seks gay ini menjadi perhatian sejumlah media asing yang turut ramai memberitakan kasus penggerebegan pesta seks gay ini, karena baru saja pekan lalu, mahkamah syariah  Islam di Aceh menjatuhkan vonis hukuman cambuk  di hadapan publik, setelah dua orang  dinyatakan bersalah melakukan perbuatan homoseksual.

Hukuman cambuk pada pasangan homoseksual ini telah memicu beragam reaksi dari kelompok hak asasi manusia terutama di Luar Negeri. (*)

Komentar

Berita Terbaru