oleh

149 Wanita dan Anak-Anak Dibebaskan dari Cengkeraman Boko Haram

PENANEGERI, Internasional- Tentara Nigeria berhasil membebaskan 54 wanita dan 95 anak-anak yang diculik oleh Boko Haram di wilayah timur laut Nigeria, kata juru bicara militer.

Militer Nigeria mengatakan telah menyelamatkan 149 wanita dan anak-anak yang diculik oleh kelompok bersenjata Boko Haram di timur laut negara itu.

Onyema Nwachuku, jurubicara militer, mengatakan pada hari Minggu (7/4), tawanan yang dibebaskan termasuk 54 wanita dan 95 anak-anak, demikian menurut kantor berita NAN, sepeti dikutip kantor berita Al-jazeera.

“Para sandera yang diselamatkan saat ini menerima perawatan medis,” katanya dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa mereka akan “diprofilkan setelah pemeriksaan medis”.

Penyelamatan berlangsung selama serangan di tempat persembunyian Boko Haram di komunitas Yerimari Kura pada hari Sabtu (7/4).

Tentara menewaskan tiga orang petempur selama operasi dan menangkap lima orang lain yang dicurigai sebagai anggota kelompok itu, kata Nwachuku.

Pernyataannya tidak menyebutkan kapan wanita dan anak-anak diculik.
Boko Haram, (Boko Haram, terjemahan artinya : “pendidikan Barat dilarang”), telah mengobarkan pertarungan bersenjata hampir 10 tahun untuk menciptakan negara Islam di Nigeria timur laut.

Konflik telah menyebabkan setidaknya 20.000 orang tewas dan mengungsi lebih dari 2,6 juta.

Pada puncaknya, kelompok ini secara efektif mengendalikan daerah-daerah besar di wilayah Danau Chad, tetapi militer Nigeria, dengan bantuan dari Chad, Kamerun dan Niger, telah mendorong kelompok Boko Haram keluar dari sejumlah provinsi.

Pada bulan Maret, serangan Boko Haram di kota timur laut Rann dilaporkan mengakibatkan setidaknya dua pekerja bantuan, seorang dokter dan delapan tentara tewas.

Pada Februari, pasukan Nigeria dan Kamerun membebaskan 1.130 warga sipil yang diculik oleh kelompok itu di wilayah Danau Chad.

Boko Haram dikenal  internasional setelah  menculik sebanyak 276 gadis sekolah di kota Chibok pada April 2014. Sekitar 100 gadis masih hilang.

Pada bulan Februari, kelompok ini dilaporkan menyerang sekolah lain di negara bagian Yobe di timur laut dan menyandera lebih dari 110 siswi sekolah. Sebulan kemudian, pemerintah mengatakan 101 sandera telah dibebaskan. (*)

Komentar

Berita Terbaru