oleh

2 Warga Peunaron Ditembak OTK, 1 Kritis

PENANEGERI, Aceh Timur – Juman (52) dan Misno (41) menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh OTK, Minggu dini hari (5/3) sekitar pukul 02.30 WIB. Keduanya merupakan warga Desa Peunaron Baru Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur.

Juman tertembak di bagian leher sedangkan Misno mengalami luka tembak pada bagian perutnya. Saat ini keduanya tengah dirujuk ke RSU Banda Aceh dimana sebelumnya telah mendapat perawatan pertama oleh dokter di RSU dr. Zubir Mahmud, Idi.

Kepada Penanegeri.com, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan, SH, MH membenarkan aksi penembakan yang dilakukan oleh OTK terhadap 2 (dua) warga Peunaron, Aceh Timur.

Kombes Goenawan menjelaskan, peristiwa penembakan bermula saat istri Juman, Yatinem (45) melihat adanya benda yang terbakar di depan rumahnya. Selanjutnya Yatinem membangunkan Juman untuk melihat benda yang terbakar. Saat Juman keluar rumah, seketika langsung ditembak oleh OTK, sehingga mengenai leher sebelah kanan korban.

“Saat korban keluar rumah, OTK langsung menembaknya, sehingga korban mengalami luka dibagian leher sebelah kanan,” jelas Goenawan.

Baca Juga  TNI-Polri Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Sekolah

Goenawan melanjutkan, Selain menembak korban, OTK tersebut juga menembak rumah Juman, sehingga mengaikbatkan kaca jendela dan tembok rumah korban pecah dan rusak. Aksi penembakan terhadap Juman diketahui oleh Misno, yang merupakan tetangga Juman. Saat misno mengintip, OTK juga menembak Misno sehingga mengalami luka tembak di bagian perut. Selanjutnya, dengan menggunakan 3 (tiga) sepeda motor pelaku penembakan melarikan diri kearah perkebunan Peunaron.

“Kedua korban langsung di evakuasi ke RSU dr. Zubir Mahmud Idi didampingi 2 (dua) orang anak kandung beserta keluarga lainnya, Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di RSU dr. Zubir Mahmud, kedua korban kemudian dirujuk ke RSUZA Banda Aceh,” tambah Goenawan.

“Polri segera membentuk tim gabungan untuk mengajar OTK pelaku penembakan, barang bukti berupa selongsong dan proyektil akan dibawa ke Labooratorium forensik untk menentukan jenis senjata api yang digunakan,” pungkas Goenawan.

Di lokasi kejadian, ditemukan selongsong munisi kaliber 5,56mm sekitar 10 (sepuluh) butir yang saat ini telah diamankan oleh aparat kepolisian.

Komentar

Berita Terbaru