oleh

4 Februari Peringatan Hari Kanker Sedunia

PENANEGERI, Kesehatan – Memperingai Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day ) yang diperingati setiap pada tanggal 4 Februari, Kepala badan energi atom PBB mendesak akses yang lebih besar terhadap layanan diagnosis, pencegahan dan pengobatan.

Jutaan orang yang menderita kanker di negara-negara berkembang masih kekurangan akses terhadap pencegahan, skrining (screening), diagnosis dini dan pengobatan yang efektif, kata Kepala Badan Energi Atom Internasional / United Nations International Atomic Energy Agency (IAEA), Jumat, 2 Februari 2018, yang mendesak upaya terus-menerus untuk memastikan akses yang lebih besar untuk layanan vital ini.

“Dua puluh delapan negara Afrika tidak memiliki mesin radioterapi tunggal,” kata Yukiya Amano, Direktur Jenderal IAEA, dalam sebuah acara memperingati Hari Kanker Sedunia, yang ditandai setiap tahun pada tanggal 4 Februari.

“IAEA akan terus bekerja keras untuk mengubahnya, dan memperbaiki fasilitas di wilayah lain di dunia di mana kebutuhannya juga bagus,” tambahnya, mencatat bahwa menghadapi tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang akan tetap menjadi prioritas lembaga.

“Kami akan berusaha untuk terus meningkatkan layanan yang kami tawarkan kepada Negara-negara Anggota kami sehingga mereka dapat memberikan perawatan yang lebih baik – dan harapan – untuk rakyat mereka,” tegasnya seperti dirilis oleh situs resmi PBB.

Secara global, kanker adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan kematian di seluruh dunia, dengan sekitar 14 juta kasus baru dan 8 juta kematian terkait kanker setiap tahunnya dan ada kekhawatiran bahwa jumlah kasus baru dapat meningkat sekitar 70 persen selama 20 tahun berikutnya.

Diperingati setiap tahun pada tanggal 4 Februari, Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan  penyakit yang luas ini yang dapat mempengaruhi bagian tubuh manapun, dan meningkatnya beban global yang ditimbulkan kanker pada orang-orang – baik orang miskin maupun kaya.

Tahun ini, peringatan tersebut mencakup diskusi tentang penerapan teknik nuklir dalam pencegahan, diagnosis dan pengobatan kanker, serta satu mengenai pentingnya tim multidisiplin untuk perawatan kanker yang optimal.

Peringatan tersebut juga mencakup “pameran kesehatan” (“health fair”) yang menampilkan berbagai informasi dan layanan termasuk deteksi berbagai jenis kanker, termasuk kanker : payudara, prostat, kolon, dan kanker kulit. Acara ini diadakan di Rotunda Pusat Internasional Wina (Vienna International Centre Rotunda).

Banyak kanker bisa dicegah dengan menghindari faktor risiko seperti Merokok

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB, antara 30 sampai 50 persen kanker saat ini dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dan menerapkan strategi pencegahan berbasis bukti yang ada.

Beberapa faktor risiko ini termasuk merokok dan menggunakan tembakau tanpa asap (cigarettes and smokeless tobacco); kelebihan berat badan atau obesitas (overweight or obese); Diet tidak sehat dengan asupan buah dan sayuran rendah (unhealthy diet with low fruit and vegetable intake); kurangnya aktivitas fisik penggunaan alkohol (lack of physical activity alcohol use); Infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang ditularkan secara seksual; infeksi hepatitis atau infeksi karsinogenik lainnya; radiasi pengion dan ultraviolet (ionizing and ultraviolet radiation); polusi udara perkotaan; dan asap dalam ruangan dari penggunaan bahan bakar padat rumah tangga (household use of solid fuels).

Penggunaan tembakau adalah satu-satunya faktor risiko kanker yang paling penting dan bertanggung jawab atas kira-kira 22 persen kematian akibat kanker di seluruh dunia, demikian seperti diulas dalam situs resmi PBB, hari Jumat (2/2).

Beban kanker juga bisa dikurangi melalui deteksi dini kanker dan pengelolaan pasien yang terkena kanker. (*)

Komentar

Berita Terbaru