oleh

4 Kawanan Perampok Dibekuk Polsek Kejuruan Muda

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Empat kawanan perampok yang menyasar seorang petani dibekuk jajaran Polsek Kejuruan Muda, Polres Aceh Tamiang, di Dusun Lama Pintu Kuari, Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, Kamis (27/4).

Keempat perampok yang diamankan yakni, AP alias Panyol (29), MS alias Hardi (42), A alias Poklek (22) dan B alias Bayu (39). Sedangkan korbannya bernama Sardi (40). Ironinya, ke empat pelaku masih tinggal satu kampung dengan korban di Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo, SIK melalui Kapolsek Kejuruan Muda Iptu M Isral mengungkapkan, tersangka AP alias Panyol sebagai otak pelaku perampokan. AP yang mengajak teman-temannya merampok di dalam rumah korban. Para pelaku memukuli korban dengan kayu sehingga mengalami luka parah dan dilarikan ke RSUD Aceh Tamiang.

“AP, otak pelakunya yang merupakan adik ipar korban. B sebagai pemantau sedangkan dua lagi MS/Hardi dan A, di ajak melakukan eksekusi. Motifnya murni perampokan uang yang sudah direncanakan selama satu Minggu,” kata Kapolsek Iptu M Isral dalam konferensi pers yang digelar di Mapolsek Kejuruan Muda, Kamis (27/4) sore.

Baca Juga  Perampok Sadis bunuh Korban di SPBU

Amatan Penanegeri.com, tersangka AP selaku otak pelaku saat dicecar pertanyaan dalam temu pers oleh Kapolsek, berpura-pura sakit kesurupan, sehingga dia ditarik kebelakang dan tidak bisa dimintai keterangan.

Menurut Kapolsek, ke empat pelaku ditangkap dari lokasi berbeda yakni pertama, AP dan A ditangkap dikawasan Halaban, sedangkan MS dan B ditangkap di rumahnya Desa Selamat. Dari tangan para pelaku turut diamankan uang hasil rampokan pecahan seratus ribu sebesar Rp 23 juta.

Polisi juga menyita barang bukti lain seperti pisau dan kayu yang digunakan untuk mengeksekusi korban. “Pada Kamis pukul 10.00 WIB semua pelaku sudah kita ditangkap. Menurut keterangan pelaku, jumlah uang yang dicuri sebesar Rp 36 juta, namun barang bukti yang kita amankan sebesar Rp 23 juta. Sebelum ditangkap uang tersebut sudah sempat digunakan pelaku untuk beli sepeda motor, berjudi dan foya-foya, bahkan mereka akan membeli sabu-sabu,” urai Isral.

Isral, menjelaskan, peristiwa perampokan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di dalam rumah saat korban sedang tidur sendirian. Para pelaku berhasil menggasak uang senilai Rp 36 juta dari tas korban. Uang tersebut hasil dari penjualan tanah yang diterimanya sepekan lalu. “Korban baru menjual tanah senilai Rp 40 juta. Rencananya korban akan pindah ke Takengon,” ungkapnya.

Baca Juga  Dilalap Si Jago Merah, Satu Unit Rumah di Kejuruan Muda Ludes Terbakar

Sebelumnya, sekitar pukul 06.30 WIB, salah seorang warga mendatangi kediaman korban, namun melihat korban telentang di atas tempat tidur berlumuran darah. Kemudian saksi memberitahukan ke warga lain dan melapor ke pos Polisi setempat. “Korban mengalami luka robek di bagian wajah, kepala dan leher. Saat ini korban sudah dirujuk di RSUD Langsa,” ujarnya.

Sementara itu, para tersangka dijerat Pasal 365 Jo Pasal 368 tentang perencanaan pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 12 tahun bui.

“Namun kalau korban meninggal dunia, pelaku akan dikenakan pasal tambahan,” pungkas Isral.

Komentar

Berita Terbaru