oleh

5 Mei : Hari Bidan Internasional

PENANEGERI, Kesehatan – Bidan sangat berperan penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan kunci untuk membantu ibu-ibu, dan calon ibu, guna mendapatkan informasi, juga pilihan yang sehat.

Hal ini ditegaskan oleh Chief Nursing Officer WHO, Elizabeth Iro pada hari Jumat (4/5).

Chief Nursing Officer WHO, Elizabeth Iro, mengatakan dalam peringatan Hari Internasional Bidan (International Day of the Midwife), yang diperingati setiap tanggal 5 Mei, bahwa para bidan senantiasa bersama dengan ibu dan bayi mereka, untuk memberikan kesinambungan perawatan, guna perkembangan anak-anak.

“Ini berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa pengurangan 24 persen dalam kelahiran prematur,” kata Iro.

Bukti juga menemukan bahwa bidan berkualifikasi profesional mampu memenuhi 87 persen kebutuhan wanita dan bayi baru lahir, tambahnya.

Hari Internasional Bidan, diperingati secara Internasional setiap tanggal 5 Mei, hal ini membuktikan adanya pengakuan terhadap peran penting para bidan profesional, sebagai perawatan kesehatan pada calon ibu, ibu, dan bayinya.

Tema untuk perayaan tahun ini dari profesi tertua dan paling penting di dunia adalah:

“Bidan memimpin dengan perawatan yang berkualitas.” atau Midwives leading the way with quality care.”

Dalam pesannya, Chief Nursing Officer WHO, Elizabeth Iro, juga menyoroti pentingnya peran bidan dalam menyampaikan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) yang telah disetujui secara global.

Target kesehatan utama untuk memenuhi tujuan pembangunan 3, termasuk kemajuan pada kesehatan reproduksi, ibu, bayi baru lahir dan anak (include progress on reproductive, maternal, newborn and child health).

Pada fasilitas kesehatan dan di masyarakat, bidan membantu wanita dan bayi yang baru lahir bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.

“Ini menempatkan peran bidan berada di pusat penyampaian agenda ini,” kata pejabat WHO itu.

“Sebagai bidan kami telah menempuh perjalanan panjang” katanya, “untuk membantu semua wanita, bayi yang baru lahir dan keluarga kami untuk tidak hanya bertahan hidup tetapi untuk berkembang dan mengubah dunia tempat kita hidup.”

Bertepatan pada tanggal 5 Mei, maka hari ‘Hand Hygiene Day’ atau Hari Kebersihan Tangan juga diperingati pada 5 Mei, hal ini guna menyoroti pentingnya tindakan sederhana namun bermanfaat yakni mencuci tangan secara teratur untuk menangkal infeksi atau penyakit.

“Ada di tangan Anda: mencegah sepsis dalam perawatan kesehatan”, atau It’s in your hands: prevent sepsis in health care” adalah tema tahun ini.

Menurut Chief Nursing Officer WHO, Elizabeth Iro, mencuci tangan adalah praktik yang sangat penting bagi bidan guna mencegah sepsis.

“Bergabunglah dengan kami dan jadilah juara yang mempromosikan kebersihan tangan dan mencegah sepsis dalam perawatan kesehatan,” tegasanya. (*)

Komentar

Berita Terbaru