oleh

5 Perbedaan Sistem Pemerintahan Presidensial dan Parlementer

PENANEGERI, Sosial – Di Negara Indonesia ini ada dua sistem pemerintahan dalam pendidikan kewarganegaraan. Sistem pemerintahan presidensial dan juga parlementer.

Dalam sistem parlementer raja hanya bertindak sebagai kepala negara, sedangkan kepala pemerintahannya dipegang seorang perdana menteri.

Nah dalam sistem pemerintahan presidensial, presiden itu memegang dua sekaligus yakni sebagai kepala negara juga kepala pemerintahan. Seorang presiden dibantu oleh perdana menteri dan juga menteri-menteri.

Nah, dalam ulasan kali ini akan membahas perbedaan sistem pemerintahan presidensial dan parlementer.

Dalam pemerintahan presidensial, perdana menteri dan menteri-menteri bertanggung jawab kepada presiden.  Presiden memiliki hak memilih dan untuk memberhentikan para menteri-menteri. Ini karena presiden mempunyai suatu hak yang disebut hak prerogratif.

Perbedaan Sistem Pemerintahan Presidensial dan Parlementer

Dalam kedua sistem pemerintahan ini telah diterapkan di seluruh dunia. Sistem pemerintahan ini memiliki karakteristik dengan kelebihan dan juga kekurangannya masing-masing.

Saat berbicara kekurangan dan kelebihan kedua sistem pemerintahan itu, anda bisa melihatnya pada perbedaan dua sistem pemerintahan ini.

Lalu, apa saja yang dapat membedakan antara sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer? Mari simak penjelasan lengkapnya dalam uraian berikut.

Kepala pemerintahan

Perbedaannya bisa dilihat dari Kepala pemerintahan, dimana sistem pemerintahan presidensial dipimpin Presiden. Sistem pemerintahan Parlementer dipimpin Perdana Menteri.

Masa jabatan

Mengenai berapa lama masa jabatan seorang Kepala pemerintahan presidensial terbatas. Mempunyai jangka waktu yang diatur di dalam konstitusi. Dan pada masa jabatan Kepala pemerintahan parlementer tak ditentukan batasan jangka waktunya.

Tanggung jawab

Seorang presiden tak memiliki tanggung jawab pada Parlemen. Ini disebabkan karena adanya legitimasi Presiden yang ada pada rakyat secara langsung. Sedangkan Perdana Menteri mempunyai tanggung jawab pada Parlemen karena sudah dipilih oleh Parlemen.

Posisi eksekutif

Untuk posisi eksekutif sistem pemerintahan presidensial dipegang partai politik yang sudah memenangkan pemilu. Bisa diisi oleh orang-orang profesional bukan bagian partai.

Pada sistem pemerintahan Parlementer, posisi eksekutif dipegang oleh partai politik dengan suara terbanyak dari pemilu.

Pemberhentian kepala pemerintahan

Pemerintahan presidensial hanya bisa diberhentikan bila terdapat indikasi kesalahan berat yang dilakukan Presiden. Istilah ini adalah pemakzulan.

Sementara untuk Perdana Menteri bisa diberhentikan kapanpun oleh parlementer. Proses pemberhentian dilakukan dengan mengeluarkan mosi tidak percaya atas kinerja Perdana Menteri.

Dilihat dari uraian tersebut, pasti anda sudah tahu bahwa kondisi negara sistem pemerintahan parlementer cukup labil.

Ini disebabkan karena sering jatuh bangun kabinet yang diakibatkan mosi tidak percaya dari parlemen.

Sementara itu pada sistem pemerintahan presidensial, peran suara rakyat tak begitu berpengaruh pada pemerintahan.

Dalam sistem pemerintahan ini cukup rawan terjadinya pemerintahan yang otoriter.

Komentar

Berita Terbaru