oleh

6 Anggota Polsek Bendahara Diduga Salah Lakukan Prosedur

-Aceh-1.704 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Polda Aceh telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota Polsek Bendahara Polres Aceh Tamiang yang diduga melakukan kesalahan prosedur atas penangkapan terhadap AY, terduga pengedar narkoba yang meninggal beberapa hari lalu sehingga berbuntut terhadap pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara, Selasa (23/10) lalu.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Rio S. Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar, kepada Penanegeri.com, Sabtu (27/10) mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan beberapa hari lalu, awalnya ada empat orang anggota Polsek yang diduga melakukan kesalahan prosedur dalam penangkapan itu, termasuk mantan Kapolsek Bendahara sebelumnya, yakni Ipda IW dan tiga anggota lain berinisial AM, BH dan MS. Namun setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ada dua anggota Polsek lain yang diduga ikut terlibat yakni DDS dan FS.

“Jadi jumlahnya ada 6 orang personel termasuk Kapolsek sebelumnya, hingga kini mereka masih diperiksa oleh tim yang dibentuk Kapolda langsung untuk mencari tahu apakah mereka melanggar masalah disiplin, kode etik atau itu berbentuk pidana umum,” sebutnya.

Baca Juga  Polsek Bendahara Ciduk Empat Pejudi Batu Dam

Kata Kabid Humas, jika memang melanggar disiplin atau kode etik, maka hukuman terberatnya berupa Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH), namun jika itu adalah pidana umum, maka mereka akan diproses sesuai Undang-undang yang berlaku dan disidang di pengadilan.

Lanjutnya, pemeriksaan keenam anggota tersebut, hingga kini masih dilakukan di Mapolres Aceh Tamiang. Hal ini dilakukan karena Polres Aceh Tamiang dinilai masih mampu untuk menangani permasalahan itu, sehingga Kapolda memerintahkan tim dari Polda Aceh untuk membantu dalam proses pemeriksaan.

Sementara itu, sambung Kabid Humas, tim khusus yang dibentuk ini terdiri dari Irwasda, Bid Propam, Dit Intelkam dan Dit Reskrimum Polda Aceh, serta Polres Aceh Tamiang.

“Tim ini dibentuk Rabu (24/10) atau satu hari pasca kejadian pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara. Tim langsung berangkat menuju Aceh Tamiang untuk bekerja dan tim ini memang dituntut untuk segera bekerja oleh Kapolda,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru