oleh

7 Warga Palestina Tewas oleh Tentara Israel di ‘Hari Tanah’ (Land Day)

PENANEGERI, Internasional – Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel ketika ribuan orang berdemo di dekat perbatasan Gaza dengan Israel dalam demonstrasi besar yang menandai peringatan ke-42 Hari Tanah (Land Day).

Mohammed Najjar, 25, tertembak di perut dalam bentrokan timur Jabalia di Jalur Gaza utara, sementara Mahmoud Muammar, 38, dan Mohammed Abu Omar, 22, juga tertembak. Keduanya ditembak mati di Rafah, demikian kementerian kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (30/3) seperti diberitakan oleh Kantor Berita Al Jazeera.

Tiga korban lainnya diidentifikasi sebagai Ahmed Oudeh, 19, Jihad Freneh, 33, dan Mahmoud Saadi Rahmi, 33.

Pada hari Jumat (30/3) juga, Omar Waheed Abu Samour, seorang petani dari Gaza, juga tewas oleh tembakan artileri Israel ketika berdiri di tanahnya dekat Khan Younis, hanya beberapa jam sebelum demonstrasi.

Belum ada konfirmasi langsung dari tentara Israel atas serangan yang menewaskan Samour.

Hari Tanah adalah ketika warga Palestina memprotes pengambilalihan tanah mereka oleh Israel.

Baca Juga  Presiden Putin dan Presiden Erdogan Peringatkan Langkah A.S Bisa Berisiko Meningkatkan Ketegangan

Lebih dari 550 warga Palestina juga terluka setelah pasukan Israel menembakkan peluru tajam ke arah demonstran dan menggunakan gas air mata untuk mendorong mereka kembali dari pagar yang dijaga ketat, demikian menurut Bulan Sabit Merah Palestina (Palestinian Red Crescent).

Sebuah pusat hukum untuk hak-hak Palestina di Israel yakni ‘Adalah’, mengutuk penggunaan kekuatan pasukan Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

“Baku tembak langsung terhadap warga sipil tidak bersenjata merupakan pelanggaran brutal terhadap kewajiban hukum internasional untuk membedakan antara warga sipil dan kombatan,” kata kelompok ‘Adalah’ dalam sebuah pernyataan.

Kelompok itu juga mengatakan bahwa akan meluncurkan penyelidikan untuk “menuntut mereka yang ditemukan bertanggung jawab atas pembunuhan dibawa ke pengadilan”.

Hari Tanah (Land Day)

Demonstrasi hari Jumat tanggal 30 Maret 2018 ini dilakukan ribuan warga Palestina guna memperingati Hari Tanah (Land Day), yang menandai pada tanggal 30 Maret 1976 lalu – ketika enam warga Palestina Palestina yang tak bersenjata dibunuh oleh pasukan Israel dalam aksi protes terhadap keputusan pemerintah Israel untuk mengambil alih lahan tanah Palestina.

Baca Juga  Dua Warga Palestina Tewas Terbunuh di Jalur Gaza

Para pengunjuk rasa di Gaza berkumpul di lima titik berbeda di sepanjang perbatasan, yang semula sekitar 700 meter dari pagar.

Menurut media Israel, tentara Israel mengerahkan lebih dari 100 penembak jitu di sisi lain perbatasan dengan izin untuk menembak.

Pawai demo ini diserukan oleh semua faksi politik dan beberapa organisasi masyarakat sipil Palestina di daerah kantong yang dikepung.

Para pengunjuk rasa mengatakan pesan utama dari pawai itu adalah menyerukan hak kembali bagi para pengungsi Palestina.

Sekitar 70 persen dari dua juta penduduk Gaza adalah keturunan orang Palestina yang diusir dari rumah mereka di wilayah yang diambil alih oleh Israel selama perang tahun 1948, yang dikenal orang Arab sebagai peristiwa Nakba.

Berbicara kepada para pengunjuk rasa, pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan: “Rakyat Palestina telah membuktikan dari waktu ke waktu bahwa mereka dapat mengambil inisiatif dan melakukan hal-hal hebat. Pawai ini adalah awal dari kembalinya ke seluruh Palestina.”

Protes hari Jumat 30 Maret 2018 ini juga sekaligus mengawali enam minggu demonstrasi duduk di sepanjang perbatasan pada peringatan Nakba pada 15 Mei 2018 mendatang. (*)

Komentar

Berita Terbaru