oleh

Afghanistan : ISIS Klaim Serangan Bom di Kabul

PENANEGERI, Internasional – Korban jiwa dilaporkan jatuh setelah ledakan dan tembakan senjata di jalan-jalan kota Kabul dalam serangan yang diklaim oleh kelompok ISIS/ISIL.

Sejumlah pria bersenjata melancarkan setidaknya tiga ledakan di ibukota Afghanistan, Kabul, dan kemudian menembaki pasukan keamanan dari gedung-gedung yang mereka duduki dalam aksi kekerasan yang mengguncang kota itu.

Setidaknya enam orang terluka, kata jurubicara kementerian kesehatan Afghanistan, Wahidullah Majroh, menambahkan bahwa jumlah korban kemungkinan akan meningkat, menurut kantor berita Reuters, yang dikutip oleh kantor berita Aljazeera, hari Rabu (9/5).

Pemerintah Afghanistan yang didukung Barat sedang berperang secara intensif dengan Taliban dan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, yang dikenal sebagai ISIS) yang telah mengubah sebagian besar wilayah kota Kabul menjadi zona keamanan tinggi dari dinding beton dan kawat berduri.

ISIS/ISIL mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Rabu.

Dikatakan serangan itu terjadi di distrik barat Dasht-e-Barchi di Kabul tetapi tidak memberikan rincian tentang korban.

Ledakan pertama terjadi di dekat kantor polisi di distrik Dasht-e-Barchi pada hari pertama, kata juru bicara polisi Hashmat Stanekzai.

Baca Juga  Produksi Opium Afghanistan Melonjak Drastis

Beberapa menit kemudian, dua ledakan meledak di distrik komersial Shar-e-Naw.

Najib Danish, juru bicara kementerian dalam negeri, mengatakan polisi sedang memerangi sejumlah orang bersenjata tak dikenal di Dasht-e-Barchi dan Shar-e-Naw, lapor kantor berita Reuters.

“Sejumlah orang bersenjata di kedua situs yang diserang terlibat dengan pasukan keamanan,” kata Danish.

“Di kedua situs, para pemberontak mengambil posisi di gedung-gedung terdekat.”

Belum ada klaim tanggung jawab.

Noor Mohammad, seorang penjaga keamanan di sebuah bank swasta di Shar-e-Naw, mengatakan satu ledakan terjadi di dekat kantor agen perjalanan yang memproses permohonan visa untuk India.

Ibukota Afghanistan telah mengalami peningkatan pemboman dan serangan lainnya terhadap pasukan keamanan dan warga sipil sejak Taliban mengumumkan awal serangan musim semi mereka pada 25 April.

Pertempuran kerap terjadi di Afghanistan setelah  cuaca yang lebih hangat mencairkan salju di gunung, memungkinkan para petempur bergerak lebih mudah.

Pemboman bunuh diri kembar yang diklaim oleh ISIL pekan lalu menewaskan sedikitnya 25 orang, termasuk 10 orang wartawan yang bergegas untuk meliput ke tempat serangan pertama.

Baca Juga  PBB : Serangan terhadap Tempat Ibadah di Afghanistan Meningkat Tajam

Ini adalah serangan mematikan terhadap wartawan sejak jatuhnya Taliban pada tahun 2001. (*)

Komentar

Berita Terbaru