oleh

Afrika Selatan Respon Wabah Listeria Terbesar

PENANEGER, Internasional- Wabah penyakit yang diyakini sebagai wabah terbesar penyakit bakteri Listeriosis – atau Listeria – telah menyebabkan lebih dari 60 orang tewas di Afrika Selatan (Afsel), dengan hampir 750 kasus dikonfirmasi.

Hal ini dinyatakan oleh badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa WHO pada hari Jumat 12 Januari 2018, seperti dirilis oleh situs berita resmi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) .

Listeriosis adalah penyakit serius, namun dapat dicegah dan dapat diobati.

Listeria disebabkan oleh infeksi bakteri Listeria monocytogenes, yang ditemukan di tanah, air, vegetasi dan beberapa kotoran hewan.

Produk hewani, termasuk daging dan susu; makanan laut; dan produk segar, seperti buah dan sayuran, semua bisa terkontaminasi.

“Bayi sering menjadi target bakteri ini,” kata Christian Lindmeier, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization – WHO), menambahkan bahwa “bayi baru lahir adalah 40 persen dari orang-orang yang terinfeksi.”

Memiliki masa inkubasi tiga minggu membuat sulit untuk mengetahui  dari mana sumber infeksi  dan dengan demikian, sulit dicegah.

“Anda tidak akan tahu apa yang Anda makan tiga minggu yang lalu – mungkin satu makanan tertentu yang membuat Anda sakit tiga atau empat minggu kemudian – ini adalah tantangan besar yang kita hadapi dalam situasi ini,”  ujar juru bicara WHO tersebut menjelaskan.

Warga di Afrika Selatan diminta untuk mempraktekkan program ‘Lima Kunci untuk Makanan Aman’ (Five Keys to Safer Food’ ) WHO yang mencakup mencuci tangan sebelum dan selama mempersiapan makanan; memisahkan daging mentah, unggas dan makanan laut dari makanan lain; dan memasak makanan secara menyeluruh, terutama daging, unggas, telur dan makanan laut (seafood).

Christian Lindmeier menggarisbawahi pentingnya bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah – termasuk orang tua dan orang yang hidup dengan HIV dan kanker – dan wanita hamil, “yang kemungkinan 20 kali lebih mungkin untuk mendapatkan Listeriosis daripada orang dewasa sehat lainnya,” untuk berhati-hati.

Hampir dua pertiga kasus yang dilaporkan berasal dari provinsi Gauteng, tempat Johannesburg dan Pretoria berada.

“Kami memiliki total sekarang dari 748 kasus yang dikonfirmasi laboratorium, tapi sekali lagi, ini sulit karena banyak kasus bahkan mungkin tidak dilaporkan,” katanya, menambahkan bahwa kasus telah ditemukan di semua latar belakang sosio-ekonomi sejak wabah tersebut diumumkan pada tanggal 5 Desember lalu

Wabah Listeriosis terbesar kedua terjadi pada tahun 2011, ketika terdapat 147 kasus Listeria yang dilaporkan di Amerika Serikat.

Sebelum itu, wabah Listeria pernah terjadi di Italia pada tahun 1997.

Afrika Selatan telah menerapkan beberapa tindakan untuk membendung Listeriosis, seperti menjadikannya penyakit yang dapat dikenali, dimana setiap pasien yang didiagnosis Listeriosis harus dilaporkan.

“Dan itu penting karena Listeriosis merupakan tantangan besar karena bukan hanya sektor kesehatan yang terlibat, (namun juga) melibatkan semua sektor – industri makanan, pertanian – dan untuk menemukan sumbernya sangat sulit hanya karena masa inkubasi begitu lama, ” kata Christian Lindmeier menegaskan. (*)

Komentar

Berita Terbaru