oleh

AHY : Pilpres 2019 Masih Sangat Cair

PENANEGERI, Jawa Timur – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kondisi politik menjelang Pilpres 2019 masih sangat cair dalam artian banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

“Politik pada 2019 masih sangat cair, masih ada banyak kemungkinan. Saat ini tentu ada dua kandidat paling kuat berdasar survey, tetapi itu belum aman sepenuhnya, itu menurut survei juga,” tutur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ditemui wartawan, usai mengunjungi Pasar Besar Kota Malang, Selasa (3/4) sore.

Untuk itu, lanjut AHY, banyak spekulasi bermunculan di kalangan masyarakat dan elit politik, salah satunya poros ketiga dan berbagai alternatif.

“Tidak ada yang bisa memastikan itu, karena masih sangat cair,” lanjutnya.

Juga, yang menjadikan Pilpres semakin menantang, lanjutnya, adanya Presidential Treshold 20 persen bagi siapapun yang akan mencalonkan diri menjadi presiden maupun wakil presiden.

“Artinya tidak semudah yang dibayangkan. Katakanlah seseorang memiliki elektabilitas yang tinggi, tetapi kalau tidak punya yang 20 persen itu, maka tidak mungkin dia diusung menjadi Capres ataupun Cawapres,” kata Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga  Memetakan Dukungan Jokowi Vs Prabowo di Pilpres 2019

Berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei, terdapat dua kandidat kuat untuk maju menjadi calon Presiden 2019. Yakni Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Namun Agus menilai, kedua figur itu belum aman. Karenanya, masih ada banyak kemungkinan figur lain yang muncul selain kedua tokoh tersebut.

“Saat ini tentu ada dua kandidat capres yang paling kuat berdasarkan berbagai survei. Tetapi di antara beliau-beliau itu belum ada yang aman sepenuhnya. Itu menurut survei juga,” katanya.

“Oleh karena itu tentu ada banyak spekulasi lainnya. Apakah termasuk munculnya poros ketiga, kemudian hadirnya alternatif dalam Pemilu 2019, belum ada yang bisa memastikan itu,” jelasnya.

Kendati demikian, Agus tidak menjamin akan ada poros lain selain dua poros tersebut. Sebab menurutnya, presidential threshold 20 persen sangat tinggi, sehingga semua partai politik harus menjalin koalisi untuk mengusung capres dan cawapres.

Karenanya, Agus menyatakan, Partai Demokrat terus menjalin komunikasi dengan partai-partai politik lain.

“Oleh karena itu saya yakin Demokrat dan partai-partai politik lainnya terus melakukan kerja politik di belakang layar, termasuk membangun chemistry antar-parpol karena pada akhirnya setiap parpol akan berkoalisi. Itu adalah keniscayaan jika ingin terlibat secara langsung dalam Pilpres 2019,” katanya. (*)

Baca Juga  Memetakan Dukungan Jokowi Vs Prabowo di Pilpres 2019

link video di Youtube :

Komentar

Berita Terbaru