oleh

Akibat Keributan di Diskotek Bandara Seorang Tewas

PENANEGERI, Jakarta – Keributan terjadi di Diskotek Bandara Jl Daan Mogot, Jakarta, Rabu (17/10/2018) dini hari WIB. Keributan itu terjadi tepatnya di depan diskotek Bandara, Jalan Daan Mogot,‎ Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (17/10/2018) sekitar Pukul 02.30 WIB.

Akibat kejadian itu seorang lelaki berinsial HS yang juga anggota ormas tewas.

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Marbun mengatakan, pihaknya masih mengejar pelaku perkelahian yang mengakibatkan nyawa korban melayang.

Polisi menemukan korban tergeletak di depan diskotek dengan luka sobek di bagian perut. Tidak jauh dari posisi korban tewas, terlihat dua pemuda terkapar bersimbah darah dalam kondisi kritis diduga kedua pria itu rekan korban.

Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Jasad korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sementara dua korban kritis dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kepala Polsek Kebon Jeruk Jakarta Barat Komisaris Polisi Marbun mengungkapkan seorang korban tewas akibat keributan yang terjadi di Diskotek Bandara Daan Mogot, pada Rabu dini hari kemarin merupakan salah satu anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) di Banten.

“Korbannya anggota ormas,” ujar Marbun di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Polisi juga sudah mengantongi identitas pelaku yang menyebabkan pria berinisial HS (38) tewas di depan Diskotek Bandara, Jakarta Barat. Keberadaan pelaku sedang dilacak.

“Sudah (teridentifikasi), nama-namanya, berapa orang pelakunya sudah, cuman posisi mereka sekarang sedang kita lacak keberadaannya,” kata Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Mardson Marbun hari, Kamis (18/10/2018).

Kompol Marbun menduga para pelaku yang terlibat keributan di diskotek tersebut berjumlah 6 orang. Jumlah mereka hampir sama dengan jumlah korban.

“Nanti kalau pelakunya kita tangkap, baru kita tahu berapa jumlahnya. Kalau dari saksi-saksi sekitar 4-6 orang pelaku,” ujarnya.

Marbun juga mengatakan keributan dipicu salah paham antarkelompok tersebut. Salah paham itu berujung kepada perkelahian dan menyebabkan satu orang tewas.

“Salah paham saja. Ya mungkin di dalam, orang itu senggolan atau bagaimana, kan salah paham juga namanya. Berantem di luar kan,” ujarnya.

Keributan itu terjadi pada Rabu (17/10) pukul 02.30 WIB. Korban berinisial HS (38) tewas dan empat korban lain mengalami luka tusuk yakni S, LS, Z dan UK.

Untuk S luka di bagian jidat dan perut, LS luka tusuk di perut dan pinggang belakang, Z luka tusuk dada kiri, UK luka tusuk di pinggang dan satu korban lagi belum diketahui identitasnya.

Keributan di Diskotek Bandara ditengarai disebabkan kesalahpahaman antara dua kelompok saat sedang mabuk karena minuman keras.

Sewaktu berjoget, kelompok yang terlibat keributan tersebut saling senggol, sehingga memicu adu mulut. Merasa tidak terima, kedua kelompok tersebut saling menantang untuk berkelahi di luar diskotek sekitar pukul 02.30 WIB.

Akibat keributan tersebut mengakibatkan empat korban luka-luka, dan satu orang tewas dari salah satu kelompok ormas akibat tusukan benda tajam dan benturan benda tumpul. Kondisi korban berinisial HS tewas tergeletak di depan halte depan diskotek bandara karena mengalami luka tusuk di bagian perut. (*)

Komentar

Berita Terbaru