oleh

Akibat Nekat Melawan, Polisi Terpaksa Tembak Mati Perampok Sadis

PENANEGERI, Jakarta – Akibat nekat melawan petugas kepolisian, pihak polisi terpaksa melumpuhkan hingga tewas salah satu pelaku perampokan  berinisial SFL.

Pelaku berinisial SFL ini adalah eksekutor sadis yang telah menembak mati almarhum Davidson Tantono seorang nasabah bank ketika dirampok di  SPBU Jalan Daan Mogot, KM 12, Cengkareng, Jakarta Barat pada hari Jumat (9/6) lalu.

Selang sepuluh hari kemudian, polisi berhasil menangkap SFL, namun akibat melawan petugas yang menangkapnya, SFL terpaksa dilumpuhkan dan kemudian tewas.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho menuturkan, pihaknya terpaksa menembak tersangka, karena nekat melawan petugas saat ditangkap.

“Tersangka  ini melakukan perlawanan dengan merebut senjata api anggota. Kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak yang bersangkutan, karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat lainnya,” jelas Kombes Rudy, Selasa (20/6).

Tim Polda Metro Jaya akhirnya menangkap eksekutor penembakan terhadap Davidson Tantono (31). Eksekutor yang diinisialkan SFL itu kemudian nekat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap polisi.

Baca Juga  Nabra (17) Diculik dan Dibunuh Usai Ibadah Ramadhan di Masjid di Virginia, Amerika Serikat

Pelaku perampokan dan pembunuhan sadis berinisial SFL itu ditangkap di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur.

Pelaku perampokan nasabah ini tergolong sadis, karena tega menembak almarhum Davidson di kepala korban, hingga korban perampokan bernama Davidson Tantono itu tewas di TKP (Tempat Kejadian Perkara) di SPBU Daan Mogot pada hari Jumat (9/6) silam.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan, SFL ditangkap di Banyuwangi, Jawa Timur. Kemudian tersangka diminta menunjukkan senjata api yang digunakan untuk menembak korban.

Rudy mengatakan SFL sebelumnya ditangkap di Banyuwangi, Jawa Timur. Kemudian, tersangka diminta menunjukkan senjata api yang digunakan untuk menembak korban. “Tersangka mengaku membuang senjata api di jalan bypass Sidoarjo,” ungkapnya.

Pada saat dibawa petugas kepolsiian untuk menunjukkan senjata api yang dibuang di kawasan Porong Sidoarjo, pelaku SFL tiba-tiba berusaha merebut senjata api anggota polisi.

“Tersangka melakukan perlawanan dengan merebut senjata api anggota. Kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak yang bersangkutan,” ujar Rudy.

Baca Juga  Seorang Tewas 10 Luka-luka akibat Ditabrak Usai Ibadah Ramadhan di Masjid, London Utara

Tetapi, pada saat hendak menunjukkan senjata api, SFL tiba-tiba bertingkah mencurigakan. Dia berupaya mencabut senjata api milik anggota yang mengawalnya.

“Saat hendak menunjukkan tempat, dia mau mencabut senjata api anggota sehingga ditembak secara tegas dan terukur,” terang Rudy.

Pada kasus perampokan di SPBU Daan Mogot pada Jumat 9 Juni 2017 siang ini menewaskan seorang nasabah bank bernama Davidson Tantono (30). Uang sekitar Rp 300 juta yang baru saja diambil dari sebuah bank digasak kawanan perampok.

Sebelumnya, polisi telah menangkap 4 pelaku, yang satu di antaranya ditembak mati. Dengan ditangkapnya SFL, total tersangka yang sudah ditangkap berjumlah lima orang.

Polisi sebelumnya telah menangkap empat pelaku, berinisial DTK, IR, TP, dan M. Mereka memiliki peran beragam dalam memuluskan aksi kejahatan jalanan ini. Kala itu, IR juga ditembak mati saat pengembangan lantaran melawan petugas.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Argo Yuwono pada hari Selasa (20/6) juga membenarkan bahwa pelaku berinisial SFL itu tewas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap polisi.(*)

Komentar

Berita Terbaru