oleh

Aksi Mogok Makan Tahanan Palestina Sambut Trump di Israel

PENANEGERI, Desk Internasional – Bertepatan ketika Presiden AS Donald Trump tiba di Israel pada hari Senin (22/5), sekitar 200 tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel bergabung dalam aksi mogok makan massal yang sedang berlangsung yang telah membuat ratusan narapidana menolak makanan selama lebih dari sebulan.

Sebagian besar dari mereka yang akan bergabung dalam mogok makan adalah anggota kelompok Hamas, sumber Palestina dan Israel mengatakan kepada Times of Israel hari Senin (22/5).

Hamas sejauh ini belum mengambil bagian dalam mogok makan, yang oleh beberapa orang dipandang sebagai sebuah permainan untuk kekuasaan di dalam kelompok Fatah.

Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya juga memberikan ultimatum kepada Israel bahwa jika tuntutan tahanan terhadap perbaikan kondisi tidak dipenuhi, maka 800 tahanan lainnya akan bergabung dengan mereka yang sudah berpuasa.

Warga Palestina mengatakan bahwa sekitar 1.600 narapidana terus berpuasa sejak pertengahan April, namun Israel mengatakan jumlahnya turun menjadi sekitar 850 orang. Sekitar 20 narapidana dipindahkan ke sebuah sayap medis selama kondisi memburuk pada hari Minggu (21/5), menurut berita Channel 2.

Serangkaian demonstrasi untuk mendukung aksi mogok makan narapidana ini telah diadakan di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan dua orang Palestina terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka dalam bentrokan antara perusuh dan pasukan keamanan Israel atau warga sipil.

Israel mengatakan bahwa kondisi tahanan memenuhi semua standar internasional. Upaya yang dilaporkan untuk melakukan negosiasi mengakhiri pemogokan dan aksi mogok makan telah gagal sejauh ini.

Tahanan Palestina melakukan serangkaian tindakan untuk menarik perhatian Presiden AS Donald Trump terhadap aksi mogok makan, selama kunjungan Trump ke Israel.

Aktivis juga menyerukan pemogokan umum di seluruh wilayah Palestina dan di antara orang-orang Arab Israel pada hari Senin (22/5).

Para pendukung juga menampilkan tiga spanduk dalam bahasa Inggris di Bethlehem yang ditujukan kepada Trump, istrinya Melania dan putrinya Ivanka, yang bepergian bersamanya.

Sementara itu pada kunjungannya ke Israel, Senin (22/5) Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia memiliki “kesempatan langka untuk membawa keamanan dan stabilitas dan perdamaian” ke Timur Tengah setelah tiba di Israel pada putaran kedua kunjungan luar negeri pertamanya sebagai presiden AS.

Trump disambut di landasan di bandara Ben Gurion oleh perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan presiden Reuven Rivlin.

Dalam pernyataan bersama Presiden Trump dan PM Israel Netanyahu merujuk pada harapan kesepakatan damai yang lebih luas di wilayah ini.

Kerusuhan Meletus

Pasukan Israel dilaporkan telah menembak dan melukai sedikitnya 11 demonstran Palestina yang melakukan pemogokan umum di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza yang terkepung untuk mendukung aksi mogok makan tahanan Palestina yang tengah ditawan di penjara Israel.

Ratusan pemrotes memblokir jalan di kota-kota di Tepi Barat pada hari Senin (22/5). Toko-toko dan kantor-kantor pemerintah ditutup, tempat transportasi umum terhenti dan jalan-jalan utama di kota-kota Palestina kosong dari orang-orang dan mobil.

Kantor Berita Ma’an Palestina mengatakan pasukan Israel menembak dan melukai 11 pemrotes Palestina saat terjadi bentrokan di Tepi Barat.

Aksi Mogok Makan Massal Tahanan Palestina ini telah memasuki hari ke 36 yang berlansgung di dalam penjara Israel pada hari Senin (22/5).

Komite urusan tahanan Palestina juga menyerukan  “day of rage”  atau “hari kemarahan” pada hari Selasa (23/5), rencana aksi ini bertepatan saat  Presiden Trump kemungkinan mengunjungi Tepi Barat, karena ingin agar “suara tahanan untuk didengar oleh presiden Trump”.

Untuk diketahui sekitar 6.500 orang Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru