oleh

Aksi Protes Terhadap ‘Upskirting’

PENANEGERI, Techno – Sebelumnya harap dipahami oleh pembaca sekalian yang budiman, bahwa ini bukanlah aksi mesum seperti halnya yang menghebohkan belakangan ini di Indonesia dengan pemeran video mesum di Samarinda dan Depok yang kemudian viral, melainkan ini adalah merupakan sebuah aksi protes dari seorang wanita muda Rusia yang telah melakukan aksi demonstrasi solo (tunggal) dengan menarik rok yang dikenakannya, di stasiun kereta bawah tanah St. Petersburg, Rusia.

Aksi demo tunggal ini dimaksudkan guna memprotes apa yang disebut tindakan orang cabul yang diistilahkan sebagai ‘upskirting’,  yakni praktik di mana seringkali terdapat tindakan pria iseng nan cabul yang kerap mengambil gambar di bawah rok korban yang tidak sadar.

Dikutip dari situs Kantor Berita RT, hari Jumat (27/10),  Mahasiswa Rusia bernama Anna Dovgalyuk, yang menggambarkan dirinya sebagai aktivis publik, menerbitkan sebuah “manifestasi video” di mana seorang wanita muda berdiri di tengah stasiun kereta bawah tanah St Petersburg yang ramai dan menaikkan gaun merahnya di depan kamera sebagai aksi protes.

Baca Juga  Kominfo Akan Jalankan Sistem Mesin Crawling untuk Blokir Situs Pornografi

“Video ini ‘didedikasikan’ untuk semua orang yang suka mengintip di bawah rok. Atas nama semua wanita yang menjadi korbanmu – di sini, lihat! Dan menjauhlah dari kami,” demikian tag line judul video itu terbaca.

Gagasan di balik demonstrasi tersebut adalah seruan agar pihak berwenang segera bertindak melakukan ketegasan hukum pada para pelaku pelecehan upskirting.

Sebenarnya tindakan cabul yang sering terjadi di angkutan publik ini juga kerap terjadi di negara-negara lainnya, dan kecabulan seringkali menimpa korban wanita di angkutan-angkutan umum atau publik transport.

Para orang cabul yang mungkin ada penyakit psikologi atau ‘ada penyakit dalam hatinya’, seringkali merekam secara tidak senonoh dengan menyasar – lazimnya – para wanita yang memakai gaun mini, rok pendek, terutama rok mini, dengan kemudian beraksi merekamnya.

Tindakan ini meresahkan, karena dilakukan para orang cabul ini seringnya di sarana publik-umum, dengan menggunakan kamera, baik itu kamera selular, bahkan para ‘cabuller’ (pencabul) ini ada pula yang menggunakan kamera tersembunyi dalam merekam korbannya.

Baca Juga  Bahaya Terpaan Pornografi bagi Kesehatan Mental

Hal ini bukannya mengada-ada, melainkan sudah kerap terjadi adanya pelecehan seksual yang menimpa korban wanita penumpang di angkutan-angkutan publik transportasi, di banyak negara, tak terkecuali di Indonesia.

Karena makin canggihnya sarana teknologi, juga memungkinkan aksi cabul yang merekam menggunakan gadget kamera selular ini kerap terjadi di dalam angkutan umum, di banyak negara.  (*)

Komentar

Berita Terbaru