oleh

Alat Perekaman  E-KTP di Bireuen Banyak Yang Rusak

PENANEGERI, Bireuen – Peralatan rekam KTP-elektronik di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Bireuen dilaporkan masih rusak dan tidak bisa difungsikan guna memudahkan warga untuk perekaman E-KTP.

Pasca rusaknya peralatan tersebut, warga terpaksa harus mengantri ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bireuen saat akan melakukan perekaman E-KTP.

Informasi yang diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, kerusakan tersebut terjadi pada servernya, atau alat perekam sidik jari, dan alat rekam mata ditambah jaringan yang tidak mendukung proses tersebut.

Kerusakan peralatan perekaman tersebut tidak hanya terjadi di Kecamatan Samalanga, Pandrah, Jeunieb, Peulimbang, Peudada, Kota Juang, tetapi hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Jeumpa, Kuala, dan Kecamatan Juli.

Kecuali itu, ada bebarapa kecamatan alat perakaman E-KTP itu masih bisa difungsikan seperti, di Kecamatan Simpang Mamplam serta Kecamatan Peusangan dan Gandapura.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jeumpa, Tarmizi ST kepada Penanegeri.com, Selasa (25/9) mengaku, belakangan alat perekam KTP elektronik di kantor camat sudah lama mengalami kerusakan, meski sudah berulangkali dilakukan perbaikan.

“Kondisi itu sudah kita laporkan ke dinas terkait agar segera dilakukan perbaikan, tapi sejauh ini belum datang juga teknisinya. Kerusakan ini sangat menyusahkan warga, sebab tak bisa melakukan perekaman KTP elektronik, karena perangkatnya rusak total,” jelasnya.

Baca Juga  Tahun ini, Bireuen Dapat Kuota 336 Formasi CPNS

Sementara itu, Plt Kadisdukcapil Bireuen, Syahniar S.Sos mengatakan, hasil kunjungan pihaknya ke lapangan beberapa waktu lalu, kerusakan yang terjadi pada alat rekam KTP elektronik umumnya pada server serta peralatan lainnya, sehingga tidak bisa melakukan perekaman.

Menurut Syahniar, sebelumnya untuk perbaikan peralatan tersebut masih ditangani tim teknis dari Jakarta, tetapi sekarang sudah menjadi tanggungjawab daerah.

“Namun karena anggaran belum tersedia, sehingga peralatan perekaman tersebut belum bisa diperbaiki. Apa lagi perbaikan alat itu harus ditangani tim ahli, dan harus didatangkan dari Jakarta juga, karena di Bireuen tak ada tim teknisnya,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru