oleh

Amerika akan tangkap Julian Assange pendiri WikiLeaks

PENANEGERI, Desk International- Julian Assange pendiri WikiLeaks menghadapi kemungkinan ditangkap oleh aparat penegak hukum Amerika Serikat.

Penangkapan pendiri WikiLeaks, Julian Assange adalah “prioritas” Amerika Serikat, demikian kata Jaksa Agung Jeff Sessions pada media di Amerika Serikat, Jaksa Agung Amerika Serikat juga menyatakan bahwa kantornya sedang mempersiapkan tuduhan terhadap Julian Assange serta WikiLeaks, (21/4).

“Kami akan meningkatkan usaha kami dan telah meningkatkan usaha kami dalam semua kebocoran,” kata Jaksa Agung AS pada sebuah konferensi pers pada hari Kamis sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang reporter tentang sebuah prioritas AS untuk menangkap Assange.

Pihak Jaksa Agung AS dalam beberapa pekan terakhir telah menyusun sebuah memo yang melihat tuduhan terhadap Assange dan anggota WikiLeaks yang mungkin termasuk konspirasi, pencurian properti pemerintah dan pelanggaran Undang-Undang Spionase, Washington Post melaporkan, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui masalah tersebut.

Beberapa media di Amerika lainnya juga melansir bahwa pihak berwenang AS sedang mempersiapkan tuduhan terhadap Assange.

WikiLeaks pertama kali menarik perhatian Departemen Kehakiman pada tahun 2010, saat mengirimkan dokumen curian mengenai perang AS di Irak

Ekuador mengabulkan suaka politik pendiri WikiLeaks pada 2012.

WikiLeaks dikenal karena mempublikasikan secara publik informasi yang dicuri, diretas, atau dibocorkan mengenai kegiatan pemerintah AS.

Situs internet WikiLeaks ini pertama kali menarik perhatian Departemen Kehakiman di tahun 2010, saat mereka mengirim dokumen curian mengenai perang AS di Irak. Kemudian, situs tersebut menerbitkan dokumen rahasia NSA yang mengungkapkan lingkup pengumpulan intelijen pemerintah AS yang ditujukan pada warganya sendiri.

Baru-baru ini, situs tersebut menerbitkan dokumen yang diretas dari kantor pusat Komite Nasional Demokrat pada pemilihan presiden tahun 2016.

Julian Assange sendiri saat ini telah mengungsi ke kedutaan Ekuador saat menghadapi tuduhan perkosaan di Swedia. Hal ini tidak mungkin bahwa pemerintah Ekuador akan mengusir Assange, bahkan jika tuduhan diajukan di AS. Assange membantah tuduhan tersebut terhadapnya.

Investigasi Departemen Kehakiman Assange dan WikiLeaks berawal setidaknya pada tahun 2010, ketika situs tersebut mendapat perhatian besar untuk memposting ribuan file yang dicuri oleh mantan analis intelijen Angkatan Darat AS yang sekarang dikenal sebagai Chelsea Manning.

Pandangan AS tentang WikiLeaks dan Assange mulai berubah setelah penyidik menemukan apa yang mereka yakini sebagai bukti bahwa WikiLeaks berperan aktif dalam membantu Edward Snowden, seorang mantan analis NSA, yang mengungkapkan dokumen rahasia.

Assange tetap bersembunyi di kedutaan Ekuador di London, berusaha untuk menghindari surat perintah penangkapan atas tuduhan pemerkosaan di Swedia. Dalam beberapa bulan terakhir, pejabat AS telah berfokus pada kemungkinan bahwa sebuah pemerintahan baru di Ekuador akan mengusir Assange dan dia dapat ditangkap.

Namun kandidat presiden sayap kiri yang memenangkan pemilihan baru-baru ini di negara Amerika Selatan tersebut telah berjanji untuk terus melindungi Assange.

Dalam pidato di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, Direktur CIA Mike Pompeo mencela WikiLeaks, dan menyebutnya sebagai Wikileaks sebagai “hostile intelligence agency.” atau “agen intelijen yang bermusuhan”.

Bulan lalu, WikiLeaks merilis hampir 8.000 dokumen yang menurutnya mengungkapkan rahasia tentang alat cyberespionage CIA untuk membobol komputer, ponsel, dan bahkan smart TV yang ditargetkan.

Namun, langkah tersebut dapat dipandang sebagai masalah politik, karena Assange tidak tersentuh selama dia tinggal di kedutaan Ekuador, dan Ekuador tidak mengubah pendiriannya pada ekstradisi Assange. (*)

Komentar

Berita Terbaru