oleh

Arab Saudi Berikan Kewarganegaraan pada Dr. Zakir Naik

PENANEGERI, Desk Internasional-  Pihak Kerajaan Arab Saudi telah memberikan kewarganegaraan kepada ulama asal India, Dr Zakir Naik.

Ulama yang juga Doktor asal India Dr. Zakir Naik kini telah menjadi warga negara Arab Saudi, demikian dilaporkan oleh Samaa TV.

Menurut rincian, Dr. Zakir Naik (51) diberikan kewarganegaraan Saudi oleh Raja Saudi Shah Salman bin Abdul Aziz  untuk melindunginya dari penangkapan.

Karena Dr. Zakir tengah dilaporkan pihak kepolisian India pada Interpol, juga pihak Kepolisian India telah minta agar Interpol menerbitkan red notice untuk penangkapan Ulama Dr. Zakir Naik asal Mumbai India itu.

Ulama Islam berusia 51 tahun, yang berasal dari Mumbai India ini, sedang diselidiki oleh National Investigation Agency of India atas tuduhan pidato yang memicu pertikaian antar agama dan ras.

Namun, Dr Zakir telah menolak semua tuduhan bahwa aktivitasnya berkaitan dengan terorisme. Dia juga menentang pelarangan lembaga yang didirikannya yakni Islamic Research Foundation (IRF) oleh otoritas India.

Pengadilan Mumbai mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Naik pada pertengahan April lalu setelah dia tidak menanggapi banyak panggilan oleh pihak penegak hukum India, yang menyelidiki dugaan pencucian uang olehnya dan Yayasan Riset Islam (IRF).

Menurut media The Middle East Monitor, Zakir Naik ulama berusia 51 tahun itu meninggalkan India tahun 2016 lalu untuk menghindari penangkapan.

IRF yang berbasis di Dongri, Mumbai selatan, juga dinyatakan melanggar hukum berdasarkan Unlawful Activities (Prevention) Act (UAPA) atau Undang-Undang Tindakan Pencegahan.

Pengadilan Tinggi Delhi baru-baru ini mengeluarkan keputusan untuk melarang IRF. Menurut putusan pengadilan, yayasan IRF adalah kegiatan yang melanggar hukum.

The Middle East Monitor melaporkan bahwa Dr Zakir, yang berada di Arab Saudi, akan dipaksa untuk kembali ke India jika paspornya dicabut.

Tak hanya India yang risau dengan aktivitas Zakir Naik, Inggris, Kanada juga pernah melarang dakwahnya.

Sejumlah negara juga menolak Dr Zakir  masuk ke negaranya, misalnya ditolak oleh Kanada dan Inggris pada 2012.

Peace TV, saluran televisinya, juga telah dilarang bersiaran di Bangladesh, Kanada dan di Inggris.

Namun Zakir Naik, presiden Islamic Research Foundation (IRF) / Yayasan Penelitian Islam di India, adalah satu dari lima penerima ‘Hadiah Internasional Raja Faisal’ dari Raja Salman Arab Saudi pada tahun 2015.

Hadiah tahunan adalah inisiatif Yayasan Raja Faisal yang didirikan pada tahun 1976 oleh anak-anak Raja Faisal bin Abdul Aziz yang meninggal pada tahun 1975.

Dr. Zakir Naik merasa terhormat karena menjadi salah satu pendakwah Islam berbahasa Arab yang paling terkenal.

Dalam penganugerahan hadiah tahunan, pada bulan Maret 2015, Dr. Zakir Naik dipuji oleh Arab Saudi karena mendirikan sebuah saluran TV yang disebut Peace TV, yang merupakan satu-satunya saluran di dunia yang mengkhususkan diri pada pesan perdamaian  dengan profil audiens yang luas. Untuk itu maka Dr. Zakir Naik dianugerahi ‘Hadiah Internasional Raja Faisal’.

Dr. Zakir Naik juga pernah berceramah di Indonesia, pada bulan April 2017 lalu, Zakir Naik menyerukan pentingnya menjaga dan meningkatkan persatuan di antara umat Islam di seluruh dunia. Sebab, saat ini, pihak yang anti terhadap Islam terus menerus berupaya agar Umat Islam lemah dan dapat dipecah-belah. Ia mengatakan, saat ini pihak yang anti Islam tidak ingin melihat Umat Islam bangkit.

Hal itu disampaikannya di Grand Hotel Universal Bandung, Sabtu 1 April 2017.

“Umat Islam mesti bersatu dan jangan mau dipecah belah. Saat ini, pihak anti Islam, baik itu berbentuk individu, kelompok, atau negara, tidak ingin Umat Islam bangkit. Ketika sebuah negeri Islam lemah, mereka menindasnya, seperti misalnya di Somalia. Ketika sebuah negeri Islam mulai kuat, mereka bersekutu dan menyerangnya dengan menggunakan kebohongan. Misalnya seperti kebohongan senjata pemusnah massal di Irak,” katanya. (*)

Komentar

Berita Terbaru