oleh

Australia : Pengungsi tetap Berada di Kamp Papua Nugini jika tidak Ditampung di AS

PENANEGERI, Desk Internasional – Pencari suaka yang dikirim oleh Australia ke kamp pengungsi di Papua Nugini akan dimukimkan kembali di kamp itu jika mereka tidak mendapat tawaran tempat di Amerika Serikat ,demikian jelas Menteri Imigrasi Peter Dutton,  (9/4) seperti dikutip AFP.

Australia telah menempatkan pencari suaka yang mencoba untuk memasuki negara Australia, di kamp pengungsi di Pulau Manus dan Nauru, Papua Nugini.

Pemerintah konservatif Australia juga mengusahakan agar pengungsi tetap berada di dalam  Papua Nugini atau dipindah ke negara ketiga seperti Amerika Serikat dan Kamboja.

Dorongan untuk memindahkan sekurangnya 800 pengungsi dari Kamp Manus, karena setelah adanya putusan Supreme Court atau Mahkamah Tinggi Papua Nugini tahun lalu yang menyatakan bahwa menahan pengungsi di sana tidak konstitusional dan ilegal.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull, yang berada di Port Moresby Papua Nugini untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill tentang masalah  ini, tidak berkomentar apakah pengungsi akan dipindahkan ke kamp Nauru, yang saat ini menampung 380 pria, wanita dan anak-anak.

Baca Juga  Sembilan puluh Orang dikhawatirkan tewas akibat Kapal Karam di lepas pantai Libya

Hanya 36 pengungsi telah mengambil pilihan untuk tinggal di Papua Nugini, Menteri Imigrasi Dutton mengatakan, adanya kekhawatiran dari para pengungsi akan keamanan sebagai alasan untuk tidak ingin menetap di negara Pasifik.

“Jika tidak menjadi pengungsi, maka harapannya adalah bahwa mereka akan kembali ke rumahnya,” kata Dutton. (*)

Komentar

Berita Terbaru