oleh

Bali Waspada ISIS

PENANEGERI, DEnpasar – Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana mendeteksi ada 50 orang yang dicurigai sebagai bagian dari jaringan teror ISIS di Bali, dan keberadaannya tersebar di beberapa wilayah. Karena itu, keberadaan mereka yang terkait kelompok ISIS  yang ada di Bali itu harus diwaspadai karena merupakan ancaman bagi keamanan Bali.

Berdasarkan data yang ada, setidaknya ada 50 orang yang masuk dalam daftar anggota ISIS berada di Bali yang tersebar di beberapa tempat.

Hal itu disampaikan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, Senin (14/8), saat melakukan kunker ke Kodim 1609/Buleleng.Komaruddin mengatakan, tidak tertutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah. Sebab, disinyalir masih ada beberapa anggota ISIS lainnya di luar dari 50 yang terdeteksi itu, sehingga kewaspadaan setiap wilayah diperlukan.

“Kalau itu dari data yang ada, mungkin lebih. Bandingkan seperti di Filiphina, dilaporkan ada 50 setelah darurat militer selama 10 hari, sudah 250 orang. Berarti sudah melebihi. Kalau kita analogikan, ini sudah 10 kali lipat,” ungkapnya.

Baca Juga  Polisi Tangkap Tiga Orang Terduga Teroris di Riau

Mayjen Komaruddin akan menekankan kepada seluruh prajurit untuk melaksanakan patroli, di masing-masing wilayah binaan TNI. Pihaknya mengaku akan menggelar patroli secara dinamis dengan materi empat konsensus berbangsa bernegara.

“Apa yang dipatroli? Kami akan melakukan patroli di tempat-tempat yang dijadikan sebagai tempat persembunyian mereka. Walaupun itu sel-sel tidur. Tapi itu saya patroli. Supaya tidak mencurigakan, maka kita patroli bersama-sama. Materinya apa? Empat konsensus berbangsa dan bernegara, dari rumah ke rumah, tempat ke tempat, tapi setiap hari dinamis. Tentunya dengan menggandeng masyarakat. Mau siang, sore dan malam,” tambahnya.

Ditambahkan Mayjen Komaruddin, jika saat ini Indonesia secara nasional sedang “lampu kuning” dari ancaman radikalisme. Meski demikian, dirinya enggan menyebutkan dimana lokasi persembunyian para anggota ISIS itu di wilayah Bali.

“Indonesia secara nasional itu lampu kuning. Waspada setiap kegiatan, waspada setiap tempat. Meski mereka terdeteksi, tapi kami belum tahu mereka tempat mereka dimana. Namun kami bisa kontrol keberadaan mereka,” pungkasnya.

Pernyataan Pangdam Udayana itu langsung direspon kalangan DPRD Bali lewat Ketua Komisi I Ketut Tama Tenaya yang membidangi masalah hukum dan keamanan Selasa (15/8). Ia mengaku resah dengan keberadaan anggota jaringan kelompok radikal tersebut, seperti pernyataan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak di media massa.

Baca Juga  Polisi Selidiki Jaringan Teroris Pelaku Pembakaran Mapolres Dharmasraya

“Kami terkejut dengan pernyataan Pangdam IX Udayana yang menyebutkan terdeteksinya keberadaan 50 anggota ISIS di Bali. Ini jelas sektor pariwisata akan terancam,” kata Tama Tenaya di Denpasar.

Ia juga sudah menginstruksikan pada prajurit Kodam IX/Udayana untuk melaksanakan patroli ke wilayah-wilayah binaannya, terutama ke tempat-tempat dimana sel-sel radikalisme bersembunyi atau bahkan masih tidur. “Walaupun sel-selnya tidur, kita tetap berpatroli di sana. Supaya tak mencurigakan, maka patrolinya bersama-sama dengan kepolisian. Itu dilakukan dari rumah ke rumah setiap hari,” jelas Pangdam.

Mengenai perampasan senjata anggota Brimob Polda Bali oleh orang tak dikenal di Jimbaran pada 8 Agustus lalu, Pangdam mengatakan bahwa pihaknya secara diam-diam telah membentuk satuan tugas (satgas) tersendiri, dengan menurunkan tim intelijen. “Saya diam-diam melaksanakan satgas tersendiri. Tapi, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Bali. Saya selaku komando kewilayahan kan memiliki banyak jaringan, tentu dibantu pula oleh masyarakat,” jelas Pangdam.

Mayjen TNI Komaruddin mengatakan, TNI selalu bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah, termasuk dalam kewaspadaan terhadap potensi radikalisme dan terorisme. “Pokoknya, apapun program kepolisian dan pemerintah, tentara mendukung seratus persen,” ujar Pangdam. (*)

Komentar

Berita Terbaru