oleh

Barisan Mahasiswa Pemuda Aceh Singkil-Subulussalam Demo di Kantor Gubernur

PENANEGERI, Banda Aceh – Barisan mahasiswa pemuda Aceh Singkil-Subulussalam melakukan aksi unjuk rasa (unras) terkait sengketa lahan PT Asdal Kota Subulussalam, di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Jumat (25/8) sekitar pukul 10.15 WIB.

Pantauan Penanegeri.com dilokasi, kordinator aksi Muzir Maha beserta 15 massa aksi unras membentangkan sejumlah spanduk dan karton yang bertuliskan, Tuntaskan HGU Tapal Batas PT Asdal Kota Subulussalam, 72 tahun Indonesia Merdeka masyarakat masih dijajah mafia HGU, pemerintah jangan tidur tuntaskan sengketa lahan PT Asdal. Stop perpanjangan HGU PT Asdal, bebaskan masyarakat kami yang diintimidasi. Ukur ulang PT Asdal, masyrakat sudah muak, periksa pemilik perusahaan PT Asdal, karena tidak memiliki tapal batas permanen dan Pemko Subulussalam kok diam, ada apa ?

Muzir maha dalam orasinya menyatakan, persoalan sengketa lahan antara masyarakat dengan PT Asdal Prima lestari, Kota Subulussalam yang tak kunjung usai menimbulkan kegerahan di masyarakat, perusahaan perkebunan PT Asdal sudah berdiri sejak lama yakni tahun 1995 dengan luas HGU mencapai 5000 Hektar. Letak perusahaan tersebut berada di dua wilayah yaitu Pemko Subulussalam dan Kabupaten Aceh Selatan.

“Pemko Subulussalam diam dan tidak menanggapi permasalahan sengketa lahan PT Asdal. Kami menutut bebaskan masyarakat pribumi yang di tangkap oleh Polres Singkil secara brutal dan tidak manusiawi,” tegasnya.

Muzir menambahkan, pihaknya akan mendesak PPN Aceh untuk bersikap profesional untuk tidak berpihak kepada PT Asdal, karena tanah itu adalah tanah dari nenek kami terdahulu.

“PT Asdal juga tidak memiliki tapal batas permanen serta program CSR bagi warga sekitar, inilah indikator persoalan yang terjadi di perusahaan PT Asdal Prima Lestari,” tandasnya.

Sementara, Kabag Humas Pemprov Aceh, Drs Marwan Jalil, yang menerima massa aksi menyampaikan, saat ini Gubernur masih di Sabang, sedangkan Wakil Gubernur berada di Solo dan Sekda masih dinas luar ke Jakarta. Dikarenakan beliau-beliau semua ada kesibukan jadi tidak bisa untuk hadir menemui adik-adik.

“Kami sangat menghargai adik-adik yang datang kemari dalam rangka membela dan menyampaikan aspirasi masyarakat Singkil-Subulussalam, Insya Allah kami akan menyampaikan hal ini kepada Gubernur Aceh,” ujarnya.

“Semoga tuntutan ini cepat di selesaikan, saya mewakili pimpinan daerah meminta maaf kepada adik-adik semuanya,” pungkas Marwan.

Setelah diterima perwakilan Pemprov Aceh, massa aksi membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian setempat.

Sebelumnya, informasi yang di peroleh Penanegeri.com menyebutkan, beberapa warga Aceh Singkil saat ini ditahan di Polres Singkil, karena diduga melakukan pembakaran lahan PT Asdal.

Komentar

Berita Terbaru