oleh

Bea Cukai Langsa Kembali Gagalkan Penyelundupan 30 Ton Bawang Merah Ilegal

PENANEGERI, Langsa – Bea Cukai Langsa, Rabu (23/5) sekitar pukul 23.00 WIB, kembali menggagalkan penyeludupan 30 ton bawang merah ilegal dari Malaysia tujuan Kota Langsa, yang diangkut menggunakan KM Ilham di perairan Selat Malaka, bersama lima orang Anak Buah Kapal (ABK).

Informasi yang diterima Penaanegeri.com menyebutkan, barang bukti Kapal Motor Ilham bersama 30 ton bawah merah ilegal serta ABK tersebut merapat ke Pelabuhan Kuala Langsa, Kamis (24/5) sekira pukul 11.00 WIB di bawah pengawalan Kapal Patroli Bea Cukai.

Adapun kelima awak KM Ilham yang diamankan masing-masing, Razali (46) Sebagai Tekong Kapal warga Desa Tangsi Lama Kecamatan Seuruway, Aceh Tamiang. Abdul Khadir (46) warga Desa Teluk Halban Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Ramli (60) warga Desa Teluk Halban Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Mustariadi (28) warga Desa Binjai Kecamatan Seruei, Aceh Tamiang dan Sarimuddin (34) warga Desa Teluk Halaban Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Kuala Langsa, Muhammad Syuhada, kepada Penanegeri.com, membenarkan penangkapan bawang merah illegal yang diperkirakan sebanyak 30 ton jenis bombai India dibawa dari Malaysia.

Baca Juga  Sosok Almarhum M Faizal, di Mata Guru dan Teman Sekolah

“Ini kali ketiga kita mengamankan bawang merah ilegal yang coba diselundupkan ke wilayah Indonesia melalui laut secara beruntun. Awalnya pada April 2018 kita amankan bawang merah bersama sejumlah barang lainnya termasuk teh hijau asal Thailand yang tidak memiliki dokumen,” sebutnya.

Kemudian, pada bulan ini kita juga telah mengamankan bawang merah ilegal sebanyak lebih kurang 28 ton bersama teh hijau, serta hari ini kembali kita amankan 30 ton bawang illegal.

Sehingga, total dari tiga kali pengungkapan yang dilakukan Bea Cukai lebih kurang 60 ton bawang merah ilegal.

“Kini semua barang bukti bawang merah, teh dan sejumlah barang lainnya sudah diamankan di gudang Bea Cukai untuk proses lanjut,” paparnya.

Sementara, khusus untuk bawang merah ini, kita sudah menyurati pimpinan untuk usulan hibah kepada masyarakat di Aceh Timur dan Kota Langsa.

“Sampai saat ini kita masih menunggu proses, semoga saja segera keluar surat perintah dan bawang-bawang ini dapat segera kita hibahkan sebelum membusuk,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru