oleh

Belum ada Kejelasan Nasib Kapal Selam ARA San Juan yang Hilang

PENANEGERI, Desk Internasional – Awak kapal selam ARA (Armada de la República Argentina) San Juan Argentina yang hilang mungkin masih bisa bertahan meski pencarian kapal selam tersebut telah berlangsung selama beberapa hari. Hal ini dikatakan oleh juru bicara Angkatan Laut Argentina, Enrique Balbi pada hari Minggu (26/11).

Pejabat Angkatan Laut Argentina itu juga menekankan bahwa tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk pencarian kapal selam.

“Saya dapat mengatakan bahwa tidak ada kepastian yang jelas tentang situasi dengan kapal selam, tidak ada yang bisa dikatakan. Kami berusaha untuk bersikap hormat. Meskipun pencarian telah berlangsung selama 11 hari, tidak dapat dikesampingkan bahwa mereka [awak] mungkin berada dalam situasi bertahan yang ekstrem,” kata Enrique Balbi pada konferensi pers, Minggu (26/11) seperti yang dikutip oleh penyiar Todo Noticias.

Disinyalir ada dugaan kemungkinan ledakan yang disebabkan oleh konsentrasi gas Hidrogen.

“Mengingat informasi tentang ledakan tersebut dan fakta bahwa tidak ada torpedo di kapal, yang berarti bahwa mereka (kapal selam) tidak dapat meledak, kita bisa berasumsi bahwa sebuah ledakan bisa terjadi karena konsentrasi hidrogen. Jika hidrogen adalah alasannya, kita tidak tahu mengapa konsentrasi telah terjadi,” kata Balbi pada konferensi pers.

Baca Juga  Belasan Negara Ikut Mencari Kapal Selam ARA San Juan yang Hilang

Diketahui, bahwa sebuah ledakan terekam beberapa jam setelah kapal selam Argentina hilang.

Terdapat suara keras yang terdeteksi di bawah air di dekat posisi terakhir kapal selam diesel itu, pada pagi hari tanggal 15 November, setelah kapal selam tersebut melaporkan masalah listrik dan diperintahkan kembali ke markas.

Kapal selam ARA San Juan yang membawa awak kapal 44 orang itu berhenti merespons dan hilang pada 15 November 2017, saat dalam perjalanan dari Ushuaia ke Mar del Plata.

Angkatan Laut Argentina mengatakan kemungkinan ledakan telah terdeteksi di lokasi yang dekat dengan tempat kontak terakhir kapal selam ARA San Juan.

Pencari kapal selam Argentina yang hilang sejak 15 November berjuang melawan angin kencang di Atlantik Selatan pada hari Minggu sementara juru bicara angkatan laut menahan harapan bahwa 44 awak kapal masih dapat hidup dalam “situasi bertahan yang ekstrim”.

Tim pencari juga menghadapi angin kencang hingga 90 kph.

Pencarian kini telah memasuki hari ke-11, namun hanya tujuh hingga sepuluh hari pasokan udara diprediksi bisa untuk bertahan di kapal selam yang belum ketahuan nasibnya itu.

Baca Juga  Nasib 44 Awak Kapal Selam Argentina ARA San Juan yang Hilang Dikhawatirkan

ARA San Juan hanya memiliki persediaan udara tujuh hari saat melaporkan posisi terakhirnya, menurut pejabat Argentina.

Layanan cuaca resmi Argentina memerintahkan peringatan untuk “angin kencang antara 50 dan 90 kilometer per jam, dengan hembusan angin,” di provinsi Chubut, lokasi kapal pencari yang sedang berlayar.

“Kondisi cuaca buruk sangat merugikan,” kata juru bicara angkatan laut Enrique Balbi dalam sebuah konferensi pers.
ARA San Juan hanya memiliki cukup oksigen sampai tujuh sampai 10 hari di bawah air.  Kemungkinan para awak kapal masih bisa berada dalam situasi bertahan yang ekstrem.

Ditanya oleh seorang reporter tentang kemungkinan kru masih hidup, Enrique Balbi mengatakan  sebagai sebuah kemungkinan.

“Kami telah mencari 11 hari tapi itu tidak menghilangkan kemungkinan mereka masih berada dalam situasi bertahan yang ekstrim,” kata Balbi.

Kerabat anggota awak kapal kini memusatkan perhatian pada kemungkinan kapal selam mungkin bisa naik cukup tinggi di laut untuk mengisi kembali tangki oksigennya pada titik tertentu setelah menghilang.

Seorang keluarga awak kapal selam juga menolak untuk percaya bahwa anaknya tidak akan pulang ke rumah dalam kondisi hidup.

Oscar Vallejos, seorang veteran angkatan laut dan ayah dari anggota awak San Juan Celso Vallejos, mengatakan kepada televisi setempat bahwa dia menolak untuk percaya bahwa anaknya tidak akan kembali hidup-hidup.

Baca Juga  Belasan Negara Ikut Mencari Kapal Selam ARA San Juan yang Hilang

“Semoga selalu tinggi,” kata Vallejos, ayah seorang kru kapal selam yang hilang.

“Kami berada dalam keadaan tidak pasti,” kata Maria Victoria Morales, ibu dari Luis Garcia, seorang teknisi listrik di kapal selam San Juan yang masih hilang tersebut.

Komando Undersea Rescue Angkatan Laut A.S telah mengirim sebuah kapal dari pelabuhan Chubut Comodoro Rivadavia pada hari Minggu (26/11) waktu setempat, dilengkapi dengan mini-submarine (kapal selam mini) yang bisa dioperasikan jarak jauh untuk digunakan sebagai kendaraan penyelamatan jika San Juan ditemukan.

Kapal tersebut diperkirakan akan mencapai zona pencarian sekitar 430 kilometer dari pantai selatan Argentina pada Senin sore (27/11), waktu setempat.

Sebuah pesawat Rusia juga telah tiba di Argentina pada Jumat waktu setempat membawa peralatan pencarian yang mampu mencapai 6.000 meter di bawah permukaan laut, menurut angkatan laut Argentina.

Upaya pencarian internasional kini telah dilakukan oleh sekitar 30 kapal dan pesawat yang diawaki oleh 4.000 personil dari 13 negara termasuk Brasil, Cile dan Inggris Raya. (*)

Komentar

Berita Terbaru