oleh

Bencana Banjir Tewaskan lebih dari 1.200 orang di India, Nepal dan Bangladesh

PENANEGERI, Desk Internasional- Jumlah korban tewas akibat banjir monsun (Monsoon) tahunan di India, Bangladesh dan Nepal telah meningkat di atas 1.200 orang korban tewas.

Para pekerja penyelamat tengah berusaha untuk memberikan bantuan kepada jutaan orang yang terdampar dan terlantar oleh bencana banjir monsun (Monsoon) terburuk tersebut selama bertahun-tahun.

Ketiga negara tersebut sering mengalami banjir selama musim hujan bulan Juni-September, namun badan bantuan internasional mengatakan keadaan buruk tahun ini dengan ribuan desa terputus dan orang-orang kehilangan makanan dan tiadanya air bersih selama berhari-hari.

Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan survei udara terhadap negara bagian Bihar yang terkena banjir pada hari Sabtu dan telah menjanjikan dana bantuan sebesar $ 78 juta.

Petugas penyelamat berupaya keras untuk memberikan bantuan kepada jutaan orang yang terdampak oleh banjir monsun terburuk di Asia Selatan ini.

Perdana Menteri India Narendra Modi telah menjanjikan dana bantuan sebesar $ 78 juta untuk korban terdampak bencana banjir.

Pejabat pemerintah di negara bagian Bihar di India timur mengatakan kepada kantor berita Reuters pada hari Jumat bahwa setidaknya 379 orang telah tewas dalam beberapa hari terakhir, dengan ribuan orang terlantar di tempat-tempat bantuan dari rumah-rumah mereka yang terendam.

Baca Juga  1 Jam Hujan, Sebagian Jalan 2 Jalur Aceh Tamiang Tergenang

“Pertanian tahun ini telah runtuh akibat banjir dan kita akan menyaksikan kenaikan pengangguran yang tajam,” kata Anirudh Kumar, seorang pejabat manajemen bencana di Patna – ibu kota negara bagian Bihar yang miskin yang diketahui melakukan migrasi massal ke kota-kota untuk mencari pekerjaan.

Di negara tetangga Uttar Pradesh, setidaknya 88 orang tewas saat banjir menerjang hampir separuh dari 220 juta penduduk negara itu.

Rajan Kumar, pejabat kementerian dalam negeri federal di New Delhi yang mengawasi operasi penyelamatan dan bantuan, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa setidaknya 850 orang telah tewas di enam negara yang terkena dampak banjir pada bulan lalu.

“Gelombang kedua banjir menyebabkan kerusakan yang luas,” katanya. “Kami harus segera memberikan bantuan rehabilitasi untuk membantu jutaan orang terkena dampak langsung.”

PBB mengatakan banjir di Nepal adalah yang terburuk dalam satu dekade belakangan.

Di Nepal, 150 orang telah tewas dan 90.000 rumah hancur dalam apa yang oleh PBB disebut banjir terburuk di sana dalam satu dekade belakangan ini.

Baca Juga  Curah Hujan Tinggi, Sebagian Wilayah Hulu Tamiang Terendam Banjir

Di Bangladesh, setidaknya 134 orang telah meninggal dan lebih dari 5,7 juta orang terkena dampak langsung saat banjir monsun menenggelamkan lebih dari sepertiga negara dengan dataran rendah dan berpenduduk padat.

Tanaman pangan di lahan seluas 10.583 hektar telah hancur dan hanyut sementara 600.587 hektar lahan pertanian lainnya telah rusak sebagian, menurut kementerian bencana, merupakan pukulan besar bagi negara yang bergantung pada pertanian yang kehilangan sekitar satu juta ton beras pada banjir bandang di bulan April.

“Saya tidak dapat menemukan satu pun hamparan tanah yang kering,” kata Matthew Marek, kepala respons bencana di Bangladesh untuk Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yang melakukan penilaian udara terhadap bagian-bagian yang terkena dampak paling parah di negara tersebut.

Petani yang terdampak bencana banjir monsun ini dilaporkan tidak memiliki apa-apa lagi, bahkan tidak memiliki air minum yang bersih. (*)

Komentar

Berita Terbaru