oleh

Bentrokan Ormas di Bojonggede Bukan Kerusuhan SARA

PENANEGERI, Depok – Kapolresta Depok, Komisaris Besar Herry Heryawan, membantah jika keributan di perumahan Billabong, Bojonggede dipicu adanya pengrusakan tempat ibadah (mushala). Kericuhan ini sempat memanas karena isu SARA terkait pengrusakan tempat ibadah.

“Tidak benar itu, jadi situasi memang sempat memanas karena ada yang menyebut berbau SARA. Disebut-sebut posko yang dirusak itu tempat ibadah. Jadi yang betul hanya tempat berkumpul,” katanya menegaskan sekali lagi bahwa bentrok antar pemuda ormas itu bukanlah pertikaian SARA.

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Herry Heryawan, mengungkapkan, keributan yang diduga dipicu dari aksi pengrusakan oleh sejumlah orang  pada tempat atau posko ormas. Disinyalir, mereka nekat melakukan itu atas intruksi dari pihak developer atau pengembang.

“Diduga seperti itu, mereka ini ke 46 orang tersebut yang merusak posko salah satu ormas di sini. Itu diduga atas seruan developer,” katanya pada wartawan, Sabtu,(25/11).

Guna penyelidikan lebih lanjut, para pelaku pun kini menjalani pemeriksaan di Mapolresta Depok.

Sebelumnya Peristiwa Bentrok fisik antar pemuda tertentu dan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) terjadi di kawasan Perumahan Billabong, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 25 November 2017.

Bentrokan yang melibatkan kelompok pemuda tertentu dan  ormas ini terjadi pukul 10.15 wib s.d 16.40 WIB, di Perumahan Billabong, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Dipicu adanya ketegangan antara pihak Kelompok Ormas BPPKB Banten dengan Kelompok pemuda tertentu.

Kericuhan diduga kelompok pemuda tertentu melakukan perusakan terhadap bangunan Semi Permanen BPPKB Banten yang juga digunakan untuk  berkumpul, mengobrol juga untuk shalat, di Kompleks Perum Billabong sehingga kelompok Ormas BPPKB Banten (Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten) bersiap untuk menyerang kelompok pemuda tersebut.

Akibatnya, sejumlah bangunan semipermanen yang diyakini milik pedagang dan markas salah satu ormas mengalami kerusakan.

Bentrokan ini diduga bermula dari adanya kasus sengketa lahan. Sejumlah massa yang tak terima dengan hal itu telah melengkapi diri dengan berbagai senjata seperti parang dan kayu.

Kapolsek Bojonggede AKP Agus Koster Sinaga mengatakan bahwa situasi saat ini kondusif dan aparat keamanan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi timbulnya bentrok antar kedua kelompok.

Polsek Bojonggede telah melakukan pengamanan di lokasi dengan di Back up oleh Tim Jaguar Polres Depok mengingat Polsek Bojonggede masuk wilayah hukum Polres Depok.

Pada Pukul 16.00 wib, sore sekitar 30 orang dari kelompok pemuda tertentu yang bertahan di Kantor Pemasaran Perum Billabong telah dievakuasi ke Polres Depok menggunakan 2 Barakuda, 1 mobil patwal dan 5 truk Polres Bogor.

Kemudian pada pukul 16.40 wib, massa BPPKB Banten mulai meninggalkan lokasi Kantor Pemasaran Perum Billabong. Sementara aparat keamanan masih terus berjaga hingga Sabtu petang (25/11) di lokasi perumahan untuk mencegah terjadinya konflik.

Kawasan Bojonggede, secara administrasi berada di bawah Pemda Kabupaten Bogor, namun teritorial hukum berada di bawah komando Polresta Depok.

Pada Sabtu petang (25/11) situasi di lokasi bentrok antar pemuda sudah dalam keadaan aman dan kondusif. (*)

Komentar

Berita Terbaru