oleh

Bireuen Langsungkan Musabaqah Qiraatul Kutub Antar Dayah

PENANEGERI, Bireuen – Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen menggelar Musabaqah Qiraatul Kutub antar Dayah dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN), di Meunasah Kulah Batee, Gampong Bandar Bireuen, Kota Juang, Bireuen.

Musabaqah Qiraatul Kutub se-Kabupaten Bireuen itu dilaksanakan selama 4 hari dan berakhir, Senin (29/10).

Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Said Abdurrahman S.Sos kepada Penanegeri.com, Sabtu (27/10) mengatakan, tujuan utama dilaksanakannya Musabaqah Qiraatul Kutub guna meningkatkan mutu santri dayah, disamping membentuk karakter serta daya saing para santri.

“Ajang ini juga salah satu bentuk pendidikan mengaji menjadi mengkaji. Mengkaji dalam konteks ini membutuhkan kemampuan logika (mantiq), rasionalitas, olah pikir serta daya kritis yang jauh lebih mendalam dibandingkan sekedar mengaji,” terangnya.

MQK, lanjut Said Said Abdurrahman, merupakan salah satu upaya guna menjembatani kalangan pesantren yang tidak hanya mengkaji persoalan-persoalan ubudiyah. Tapi dapat juga mengupas solusi atas problematika secara langsung ditengah masyarakat.

“MQK ini bertemakan dengan pendidikan dayah kita kuatkan karakter dan kepribadian masyarakat menuju Bireuen yang bersyariat dan bermartabat,” sebutnya.

Baca Juga  Usai Vaksin, Puluhan Siswa MIS Peusangan Selatan Bireuen Keracunan

Selama MQK diikuti 60 peserta thailabah/santri dayah dalam Kabupaten Bireuen dengan mengikuti 3 cabang, mulai cabang Musabaqah Qiraatul Kutub (bacaan kitab kuning), selanjutnya kitab bajuri jilid 2 serta cabang pidato bahasa Indonesia.

Komentar

Berita Terbaru