oleh

Jelang Idul Fitri Bom Bunuh Diri Hantam Distrik Perbelanjaan Kota Mosul

PENANEGERI, Desk Internasional- Bom bunuh diri meledak dan menewaskan setidaknya tiga orang di kawasan distrik perbelanjaan di kota Mosul timur menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438H.

Pembom bunuh diri telah membunuh setidaknya tiga orang saat menyerang sebuah distrik perbelanjaan Mosul timur yang telah direbut kembali dari Kelompok Teror ISIS/ ISIL beberapa bulan yang lalu, menurut pejabat medis dan keamanan Irak.

Serangan tersebut menyerang daerah  Muthanna pada Jumat malam (23/6) saat para warga berbelanja sebelum liburan Idul Fitri menandai akhir bulan puasa Ramadhan.

“Pembom bunuh diri pertama meledakkan dirinya saat dia dihentikan oleh seorang polisi, yang meninggal di tempat kejadian,” kata seorang perwira polisi senior kepada kantor berita AFP.

Seorang pembom kedua berhasil memasuki arena perbelanjaan dan meledakkan dirinya di antara warga sipil, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai sembilan lainnya, menurut petugas yang sama dan seorang dokter di rumah sakit Al-Khansaa.

Seorang pembom bunuh diri ketiga dibunuh oleh polisi sebelum dia bisa meledakkan rompinya, kata sumber tersebut.
Serangan tersebut bukan yang pertama tapi di antara yang paling berdarah sejak pasukan Irak merebut kembali bagian timur Mosul pada bulan Januari sebagai bagian dari serangan besar untuk merebut kembali kota  tua itu dari ISIL/ISIS.

Baca Juga  Wartawan Prancis dan Kurdi Tewas dalam Ledakan di Mosul

Warga di daerah yang direkonstruksi dari ISIL/ ISIS, telah memperingatkan bahwa sel-sel tidur tetap merupakan ancaman, dan skrining sepintas telah memungkinkan banyak pendukung ISIL kembali ke kehidupan sipil tanpa menghadapi pengadilan.

Pada hari Kamis (22/6), Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan bahwa “pembebasan” kota Mosul dari ISIL akan diumumkan dalam beberapa hari ini.

“Ini adalah masalah beberapa hari dan kami akan mengumumkan pembebasan total Mosul,” kata Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi seperti dikutip Sumaria TV yang berbasis di Baghdad.

Pengumuman tersebut disampaikan saat pasukan Irak melanjutkan perang melawan pejuang ISIL di benteng terakhir mereka di Mosul barat, kota tua kota tersebut.

Kelompok Teror ISIS/ISIL telah kehilangan sebagian besar wilayahnya selama tiga tahun terakhir, dan Mosul adalah benteng terakhir kota mereka di Irak.

Para milisi ISIS masih bertahan pada posisi terakhir mereka di Kota Tua Mosul – sebuah kota berpenduduk padat dengan lorong-lorong sempit dan berkelok-kelok.

Sampai 150.000 warga sipil diyakini terjebak di sana, di mana kondisi telah digambarkan oleh PBB sebagai sesuatu yang sangat menyedihkan.

Baca Juga  Kota Mosul Hancur Setelah Perang Berkepanjangan

Masjid Agung Al-Nuri Hancur

Pertempuran sengit  di  Kota Mosul kini berlangsung selama lebih dari delapan bulan.

Pada hari Rabu (21/6), milisi kelompok ISIS/ISIL meledakkan Masjid al-Nuri saat pasukan Irak maju ke kompleks masjid kuno ini.

Pejabat dari Irak dan koalisi anti-ISIS/ISIL yang dipimpin AS mengatakan penghancuran situs tersebut merupakan tanda hilangnya segera kelompok ISIS/ISIL dari Mosul.  Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyebutnya sebagai “deklarasi resmi kekalahan ISIS/ISIL”.

Hilangnya menara abad ke 12 yang ikonik di masjid Agung Al Nuri yang kini hancur – salah satu monumen negara yang paling dikenal yang kadang disebut Menara Pisa Irak (leaning minaret) – membuat masyarakat  Irak terguncang. (*)

Komentar

Berita Terbaru