oleh

Bom Bunuh Diri Taliban Meledak di Provinsi Helmand

PENANEGERI, Desk Internasional – Pembom bunuh diri Taliban menewaskan warga sipil di Provinsi Helmand, Afghanistan. Sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri Taliban di dekat markas besar polisi di Kota Lashkar Gah, Provinsi Helmand, Afghanistan.

Pihak berwenang menyatakan bahwa serangan bom bunuh diri ini menargetkan sekelompok petugas polisi yang telah mengantri untuk mengambil gaji.

Omar Zhwak, juru bicara gubernur provinsi Helmand menyatakan bahwa bom bunuh diri Taliban ini telah menewaskan setidaknya tujuh orang dan melukai 42 orang lainnya di Afghanistan selatan pada hari Rabu (23/8), serangan ini  bertujuan untuk menargetkan polisi Afghanistan.

“Seorang pembom bunuh diri meledakkan sebuah mobil berisi bahan peledak di sebuah tempat parkir dekat markas besar polisi di Lashkar Gah,” kata Omar Zhwak, juru bicara gubernur provinsi Helmand, kepada wartawan, Rabu (23/8).

Selain empat tentara, seorang gadis dan dua perempuan termasuk di antara mereka yang terbunuh, kata Zwak, yang mengungkapkan kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat lebih jauh.

Baca Juga  140 Orang Prajurit Afghanistan Tewas Diserang Taliban usai Sholat Jumat

Anak-anak sedang belajar di masjid terdekat saat ledakan terjadi, kata Zhwak, menambahkan bahwa mereka terluka dalam kekerasan tersebut.

Kantor berita Al Jazeera melaporkan, bahwa pihak berwenang mengatakan sekelompok perwira polisi yang berjejer untuk mengambil gaji mereka menjadi sasaran serangan bom bunuh diri Taliban ini.

Seorang saksi di tempat kejadian bom bunuh diri itu,  Ismail Jan, yang gerobaknya rusak akibat ledakan tersebut, mengatakan bahwa ledakan tersebut terjadi saat sebuah mobil putih menabrak konvoi enam kendaraan militer lapis baja saat mereka melewati sebuah pos pemeriksaan di dalam tempat parkir.

“Saya dilemparkan [oleh ledakan], dan ketika saya bangun saya melihat wanita dan anak-anak berlumuran darah,” kata Jan kepada kantor berita AFP. “Saya juga melihat sejumlah anak yang terluka dibawa keluar dari masjid terdekat.”

Pihak Taliban diketahui secara efektif mengendalikan sekitar 10 distrik dari 14 distrik di Provinsi Helmand, Afghanistan.

Pertempuran di waktu-waktu lalu  juga telah memaksa ribuan orang untuk melarikan diri ke kota Lashkar Gah dari distrik-distrik tetangga sekitarnya.

Baca Juga  ISIS Serang Kedutaan Irak di Kabul, Afghanistan

Awal bulan Juli 2017, seorang tentara Amerika terbunuh, dan dua lainnya cedera dalam serangan di provinsi Helmand saat melakukan operasi melawan Taliban.

Sejak meluncurkan serangan pada musim semi pada akhir April lalu, Taliban telah meningkatkan serangan mematikan terhadap tentara Afghanistan dan pos polisi di Helmand.

Serangan  bom bunuh diri hari Rabu (23/8)  terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan terus berperang di Afghanistan untuk menghindari hasil yang “dapat diprediksi dan tidak dapat diterima” dari penarikan cepat pasukan AS dari negara tersebut.

Sebagai tanggapan, Taliban mengatakan bahwa Afghanistan akan menjadi “kuburan” bagi tentara Amerika.

Presiden Trump menyatakan tidak menyebutkan jumlah pasukan tambahan yang akan dikirim ke Afghanistan. Wilayah negara yang penuh konflik tersebut, kini menjadi tempat perang terpanjang AS, hampir selama 16 tahun. Meskipun pejabat AS mengatakan sebelum pidato tersebut mereka memperkirakan  akan mengikuti rekomendasi Pentagon untuk mengirim hampir 4.000 orang tentara baru. (*)

Komentar

Berita Terbaru