oleh

BPBD Aceh Tamiang : Tanggul yang Jebol Empat Titik

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Banjir yang menggenangi Desa Gelung, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Jumat (5/1) disebabkan oleh jebolnya tanggul penahan arus sungai sebanyak empat titik. Dua diantaranya merupakan yang terparah dengan lebar sekitar lima meter.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Tamiang melalui Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Damkar, Muhammad Husni kepada Penanegeri.com di lokasi banjir mengatakan, jumlah tanggul yang jebol sebanyak empat titik, dua titik diantaranya jebol sekitar lima meter. Air keruh dari tanggul sungai yang jebol mengalir ke pemukiman penduduk sehingga semua rumah nyaris terendam.

“Sejak tadi malam sekitar 80 KK sudah mengungsi ke Kantor Datok Penghulu (Kades). Kampung ini hampir tidak ada tempat dataran tinggi, sehingga sulit mencari tempat pengungsian yang aman,” terang Husni.

Tanggul Jebol

Menurutnya, pihak BPBD Aceh Tamiang dan petugas lainnya akan bermalam di Desa Gelung guna memantau kondisi banjir yang susah ditebak.

“Kita sudah membuat dapur umum untuk pengungsi. Posko juga akan dibangun sehingga lebih cepat memberikan pertolongan jika banjir bertambah parah, karena di kawasan hulu masih terjadi hujan,” terangnya sembari menginformasikan, selain di Desa Gelung, tanggul sungai di Desa Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara juga jebol mengakibatkan 267 rumah warga ikut terendam.

Baca Juga  Tak Puas Hasil Panen, Petani Aceh Tamiang Gunakan Pupuk Non Subsidi

Lebih lanjut pihaknya memprediksi, kondisi banjir belum berakhir sampai hari ini jika melihat debit air sungai Tamiang semakin besar. Apabila di hulu terjadi banjir, maka 10 jam kemudian banjir kiriman air sungai akan sampai ke hilir.

Sementara, Datok Penghulu (Kades) Gelung, Muhajir menerangkan, banjir di Desanya akibat faktor tanggul yang jebol. Jarak tanggul sungai dan permukiman hanya bersebelahan sekitar puluhan meter saja. Rata-rata kedalaman air yang merendam rumah warganya mencapai setengah meter. Hal itu membuat aktivitas warganya terhenti di pengungsian.

Desa Gelung, sambung Muhajir, dihuni oleh 168 KK atau sekitar 685 jiwa. Sejak pagi berbagai bantuan sosial dari Kemensos RI dan pemda setempat sudah berdatangan ke desanya.

Tanggul Jebol

“Hampir seluruh rumah warga di empat dusun telah terendam banjir, sebagian warga sudah mengungsi di Kantor ini,” paparnya.

Menurut datok penghulu, tiga tahun lalu juga pernah terjadi banjir di Desa Gelung akibat tanggul jebol. Namun banjir kali ini lebih parah dibandingkan tiga tahun silam, karena tanggul yang jebol lebih dari satu titik.

Komentar

Berita Terbaru