oleh

BPJS Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara Bahas TB-Paru

-Aceh-13 views

PENANEGERI, Aceh Tenggara – Dalam meningkakan kepuasan masyarakat dalam kualitas pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara mengadakan pertemuan promotif preventif kesehatan perorangan dalam rangka monitoring spesialis kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) se-kabupaten Aceh Tenggara.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan peserta serta mendapat kemudahan dalam pelayanan kesehatan serta sebagai upaya menyukseskan program pemerintah lainnya terkait pengendalian Tuberkulosis (TB-paru) tersebut dilaksanakan, Jumat (28/9)di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara.

Kepala Bidang Penjamin Mutu Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah H Sahuddin Kutacane, Yetty Ferulina Akbar menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Puskesmas, Klinik dan dokter praktek pratama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan, bahwa dibutuhkan koordinasi lebih lanjut antara FKTP dan rumah sakit terkait kasus TB ini agar memudahkan peserta JKN-KIS dalam pengambilan obat.

Seperti diketahui, untuk jenis penyakit TB-paru ini sendiri, pasien tidak harus mengunjungi rumah sakit, karena obat yang digunakan merupakan obat yang rutin dan bisa didapatkan di FKTP, hanya saja memang harus ada komunikasi antara RS dan FKTP serta harus dilakukan edukasi yang lebih terhadap peserta agar paham bahwa berobat TB-Paru tidak harus ke rumah sakit.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Aceh Timur Hadiri Rapat HKN ke 54

Pengelola TB Kabupaten Aceh Tenggara, Jamaluddin Pinim, mengungkapkan bahwa dibutuhkan grup komunikasi bersama antara FKTP dan RS terkait ketersediaan obat bagi pasien TB tanpa komplikasi mengingat adanya dosis tertentu yang harus diberikan kepada pasien.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara, Dewi Anggraini, mengatakan, bahwa ini merupakan upaya BPJS Kesehatan dalam mensukseskan program pemerintah, selain itu diharapkan dengan adanya program ini masyarakat lebih mudah mendapatkan obat rutin tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh.

“Kalau puskesmas atau FKTP lainnya kan masih dapat dijangkau dalam artian masih dekat dengan wilayah tempat tinggal masyarakat, sedangkan rumah sakit hanya tersedia dua di kabupaten Aceh Tenggara ini dan masyarakat yang sakit bukan hanya yang berada di sekitar RS,” tutup Dewi.

Komentar

Berita Terbaru