oleh

Budi Waseso : Dua dari Seratus Pelajar dan Mahasiswa Menyalahgunakan Narkoba

-Aceh-21 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Berdasarkan hasil survei tahun 2014 yang dilaksanakan oleh BNN bekerjasama dengan Puslitkes UI diketahui bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah mencapai 2,18 persen atau sekitar 4 juta orang. Setiap hari sebanyak 33 orang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba atau sebanyak 12.044 penyalahguna per tahun

“Sedangkan survei tahun 2016 pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 1,9 persen atau dengan bahasa lain 2 dari 100 orang pelajar dan mahasiswa menyalahgunakan narkoba, dari survei tersebut terlihat bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia sudah menjalar ke kampus, sekolah-sekolah dari SD sampai dengan SMA banyaknya masyarakat yang telah terlibat penyalahgunaan narkoba kurang lebih 4 juta orang per tahun dengan barang bukti narkotika dalam jumlah besar, maka Presiden RI menetapkan Indonesia dalam kondisi ‘darurat narkoba’,” demikian diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Budi Waseso saat menyampaikan sambutan pada pelaksanaan Apel Deklarasi Pemuda Anti Narkoba yang diselenggarakan oleh BNN RI bekerjasama dengan BNNP Aceh, Rabu (20/12) di Halaman Mapolda Aceh.

Baca Juga  Pasca Ditabrak Tersangka Narkoba, BNN RI Belum Ganti Rugi Sepenuhnya Kerusakan RM "Nagana"

Dalam apel deklarasi yang mengusung tema “Saatnya pemuda Aceh bergerak dan menyatakan lawan Narkoba” tersebut, Budi Waseso juga menyampaikan, Pemerintah Indonesia telah bertekad bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan bahaya nyata yang harus ditangani secara dini dengan melibatkan seluruh komponen bangsa yang ada.

“Dalam 5 tahun terakhir saja, tren peningkatan tindak pidana narkotika terus-menerus meningkat, ini bisa terlihat dengan semakin bertambahnya jumlah kasus yang dilaporkan serta jumlah tersangka yang terlibat baik sebagai pengguna maupun sebagai pengedar narkotika,” bebernya.

Budi Waseso berharap, dengan diaksanakan apel gabungan Pemuda Aceh anti narkoba ini mudah-mudahan dapat menyatukan kita untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian seluruh komponen masyarakat untuk stop narkoba. Menggerakkan kepedulian bangsa untuk bangkit bergerak dan berdaya melawan sindikat narkoba melalui gerakan stop narkoba. Menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkotika melalui dunia maya dan media sosial, kesenian, olahraga, komunitas paguyuban baik modern maupun tradisional.

“Dan, meningkatkan kewaspadaan dini, lingkungan pada potensi rawan dan pemanfaatan seluruh potensi bangsa yang mampu menggerakkan kekuatan rakyat untuk stop narkoba di wilayahnya,” harap Jenderal bintang tiga itu.

Baca Juga  Tertimpa Pohon, Seorang Warga Sabang Alami Pendarahan

Budi Waseso

Ia juga menghimbau untuk bersatu melawan dan menyatakan stop narkoba terhadap apapun jenis dan bentuk penyalahgunaan narkoba.

“BNN akan terus mendorong semua pihak dari berbagai lapisan masyarakat termasuk dunia pendidikan, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk senantiasa melindungi masyarakat dari ancaman mematikan tersebut,” tandasnya.

Dalam pelaksanaan apel turut dilakukan penandatanganan MoU antara BNN RI dengan Unsyiah dan UIN Ar Raniry serta pemakaian rompi kepada perwakilan pemuda anti narkoba dan pembacaan deklarasi ikrar pemuda Aceh anti narkoba.

Apel deklarasi tersebut turut dihadiri Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs H Rio Septianda Djambak, Deputi Pencegahan BNN RI, Irjen Pol Ali Johari, Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs H Faisal Abdul Naser, MH, Asintel Kasdam IM, Kolonel Inf Hendriadi. Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Prof Bachtiar Ali, Anggota Komisi III DPR RI F-PKS, H M Nasir Djamil, S.Ag, M.Si, Anggota DPR RI F-PDIP, Ir Tagore Abu Bakar, Anggota DPR RI F-PKB, Nirmawan. Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr Nazamuddin, SE, MA, Rektor UIN Ar Raniry, Prof Dr Farid Wajdi, M.Ag, Wakajati Aceh, Arief, SH, MM serta ratusan peserta apel yang terdiri dari Polri, Mahasiswa, OKP/Ormas dan pelajar SMU Aceh.

Komentar

Berita Terbaru