oleh

Budiman Sudjatmiko : Para atlet Indonesia Raihlah Medali Sebanyak-banyaknya, Buatlah Indonesia Bangga

PENANEGERI, Jakarta – Umumnya seluruh warga negara Indonesia antusias menyambut perhelatan Asian Games 2018, yang akan berlangsung mulai tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Indonesia.  Rasa optimis akan keberhadilan Indonesia menjadi tuan rumah kali ini pun diungkapkan oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko.

Tingkat optimis yang dimilikinya membuat ia teringat pada event penyelenggaraan piala dunia di Rusia belum lama ini.

Dari penyelenggaraan piala dunia di Russia kemarin, menurutnya  negara itu tetap sanggup menggelar piala dunia yang aman, padahal Rusia saat itu tengah terlibat perang dengan Suriah dan ISIS,  tapi kemudian bisa menjaga jalannya pertandingan  piala dunia terbesar itu secara aman.

Menurut Budiman,  ketegasan dari sikap aparat yang kemudian juga menggunakan sistem dan teknologi yang meminimalisir bahkan tidak memberi ruang gerak bagi terorism dan tindakan-tindakan kriminal lainnya akan mampu menepis segala kekhawatiran.

Indonesia perlu belajar bagaimana Rusia bisa menyelenggarakan piala dunia dengan aman. Dan kebijakan terhadap tindak kejahatan atas tindakan kejahatan juga tidak hanya berlaku saat Asian Games, masyarakat membutuhkan keamanan bukan hanya karena ada asian games tapi butuh untuk sehari-hari.

Ajang Asian Games 2018 sekaligus ajang latihan  bagi aparat Polri untuk bisa mengantisipasi setiap bentuk kejahatan baik yang bermotif politik maupun yang tidak bermotif politik. Termasuk dengan dikeluarkannya kebijakan tembak ditempat bagi pelaku tindak kriminal/kejahatan berupa jambret dan begal yang menurutnya sudah sesuai prosedur karena tidak langsung tembak mati ditempat tetapi dengan melumpuhkan sasaran terlebih dahulu.

Meski sebagian menilai upaya itu (tembak langsung ditempat) melanggar HAM, tapi kalau sekedar tembakan melumpuhkan pelaku misalnya dengan menembak kakinya terlebih dahulu itu biasa saja dan tidak melanggar HAM. Sebab tindakan itupun dilakukan harus sesuai prosedur.

Dalam hal menyampaikan aspirasi, Budiman mengatakan penyampaian aspirasi kalau biasanya disampaikan dengan cara berunjukrasa (demonstrasi) di jalan pada event Asian Games ini sebaiknya masyarakat atau para aktivis tidak turun kejalan dulu,  sebab aspirasi masih dapat disalurkan melalui media lainnya seperti media soasial (medsos).

“Demonstrasi adalah hal yang biasa-biasa saja tapi karena kita punya saluran dan prosedur lain yang bisa digunakan agar aspirasi bisa terjaga, protes-protes kini bisa dilayangkan melalui media ketimbang sekedar turun kejalan dan bikin macet”, ujar Budiman baru-baru ini di Jakarta.

Seandainya suatu saat ada aksi unjukrasa (demonstrasi) kemudian menghambat perjalanan tim suatu negara peserta ke avenue (arena)  untuk melawan Indonesia bisa-bisa nanti kita malah dianggap bertindak curang. Tim negara lain bisa kalah karena walk out (WO) hanya karena datang terlambat ke arena.

Tim Indonesia tidak akan rugi, tapi kita akan jauh lebih rugi bukan karena tidak mendapat medalinya tapi karena nama baik Indonesia akan tercoreng, bahwa negara Indonesia tidak bisa menjaga keamanan dan kenyamanan para peserta Asian Games dikarenakan hambatan-hambatan teknis yang seperti itu.

“Jadi wajar saja jika ada sterilisasi disekitar area pelaksanaan Asian Games atau himbauan yang disampaikan oleh aparat kepada masyarakat maupun para aktivis/pegiat untuk tidak berdemonstrasi turun kejalan selama perhelatan Asian Games berlangsung,” ungkap Budiman, yang juga mantan aktivis.

Ia pun berharap tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi dalam proses pengamanan Asian Games tapi yang kita inginkan agar ekspresi demokrasi dihormati, tapi juga negara yang sedang menjadi tuan rumah dan kedatangan banyak tamu harus dijaga nama baiknya sehingga ekspresi-ekspresi pilitik yang hendak  disampaikan jangan sampai mempermalukan negara.

“Saya mengajak seluruh aktivis demokrasi harus mempunyai patriotisme”, ajaknya. Ia menambahkan,  Tidak ada alasan untuk melakukan protes-protes yang mempermalukan negara kecuali memang orang itu tidak mencintai Indonesia.

“Untuk para atlet Indonesia raihlah medali sebanyak-banyaknya, buatlah Indonesia bangga, buatlah masyarakat Indonesia juga bangga dan terhormat dimata negara lain karena kita bisa menjadi tuan rumah yang ramah, menggembirakan dan  bisa memberikan rasa nyaman bagi seluruh tamu kita”, himbau Budiman.

Pengiriman delegasi dari negara-negara peserta ke Asian Games dalam kacamata Budiman berarti menambah bobot dari Asian Games itu sendiri. “Coba kalau negara-negara yang datang memboikot Asian Games dengan hanya sebagian saja yang datang, itu artinya Asian Games dinegara kita tidak meriah dan tidak bergengsi,” ungkapnya.

Dengan kedatangan semua peserta berarti tidak ada masalah dan tidak ada upaya pemboikotan, itu artinya perhelatan Asian Games di Indonesia tahun ini adalah sebuah Asian Games yang bonafit yang layak untuk dimenangkan medali-medalinya, yang layak untuk dimenangkan posisi juara umumnya. Dan pada saat itulah mata dunia akan melihat ke Indonesia karena Asian Games dilaksanakan di Indonesia.

Maka inilah saatnya Indonesia bisa menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia sekarang sedang berbenah. Bahwa Indonesia juga tengah berbenah dalam demokrasinya, tapi juga tidak mengekang kebebasan dan tetap memberikan rasa aman.

Dari sekian banyaknya cabang olahraga dalam laga Asian Games 2018, Budiman mengidolakan cabang sepak bola. Baginya sepak bola adalah cabang yang paling bergengsi.

Karena itu ia berharap Timnas Indonesia mampu mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Dengan adanya medali emas untuk sepakbola, setidaknya mampu menutupi “luka” akibat kekalahan-kekalahan yang dialami pada cabang-cabang olahraga lainnya.

“Saya berharap sepak bola Indonesia bisa meraih medali emas. Sebab itulah cabang laling bergengsi buat saya. Meskipun seandainya  secara umum kita tidak mampu menjadi juara, tapi jika sepakbola kita menang, maka kemenangan itu akan mengobati luka hati akibat kekalahan-kekalahan di cabang olahraga lainnya”,  tutup Budiman. (Wawan)

Komentar

Berita Terbaru