oleh

Buih Busa Raksasa di Sungai Jadi Viral

PENANEGERI, Jepara – Masyarakat Desa Kedungleper Kecamatan Bangsri, kabupaten Jepara dihebohkan dengan kemunculan buih busa raksasa berwarna putih setinggi hampir tiga meter di sungai dan area persawahan desa setempat.

Kemunculan busa yang menggunung secara spontan tersebut sudah mulai sejak, Jumat (20/10) di Sungai Kedung Wuluh Dukuh Pentongan Desa Kedung Leper, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.

Awalnya saat itu hanya berupa gelembung busa biasa, yang lambat laun semakin membesar dan semakin tinggi.

Buih busa raksasa yang  mengembang ini berwarna putih dan tidak berbau.

Lokasi munculnya gelembung buih busa ‘raksasa’ di Sungai Kedung Wuluh, Desa Kedungleper, Bangsri-Jepara menjadi lokasi wisata dadakan. Puluhan bahkan ratusan orang penasaran akan hal tersebut.

Adanya kejadian langka ini, tidak hanya menyedot perhatian masyarakat desa Kedungleper dan sekitarnya. Namun juga warga dari kabupaten/kota lain untuk datang dan melihatnya karena saking viralnya.

Sejak Jumat sore, banyak orang yang datang untuk melihat dan berfoto di depan gelembung busa.

Adapun, lokasi gelembung busa terletak di aliran pengairan sawah warga ditengah hamparan lahan pertanian. Gelembung busa berukuran besar muncul secara misterius di Jepara. Foto-foto gelembung busa ini sudah banyak beredar di media sosial dan menjadi viral karena terlihat aneh.

Baca Juga  Viral, Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli Bertengkar dan Nyaris Berkelahi

Ratusan orang silih berganti mulai malam hingga pagi hari untuk melihat secara langsung kejadian aneh tersebut.

Kapolsek Bangsri AKP Basiran mengungkapkan, adanya busa raksasa di Sungai Kedung Wuluh Dukuh Pentongan Desa Kedung Leper Rt.02/06 Kecamatan Bangsri itu diketahui pada Jumat (20/10/) sore. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah saksi pada Jumat pagi di sungai Turut, Desa Jerukwangi ada sebuah unit kendaraan truk tronton yang menyuci kendaraan.

Di bak kendaraan tersebut terdapat sisa-sisa muatan yang diperkirakan limbah menyerupai sejenis gamping, kemudian diturunkan oleh tukang cuci kendaraan tersebut, dan sebagian sisa-sisa muatan limbah itu terbawa arus sungai ke bawah dan menjadi buih/busa yang menggunung setinggi sekitar 6 meter di aliran sungai turut Desa Kedungleper.

“Kita sudah mengambil barang bukti untuk diteliti pihak-pihak berwenang,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru