oleh

Buni Yani Divonis 1,6 tahun, Namun Tidak Ditahan

PENANEGERI, Bandung – Buni Yani divonis 1 tahun 6 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung dalam sidang yang berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11) siang.

Namun majelis hakim tidak memerintahkan penahanan terhadap Buni Yani.

“Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan,” ucap ketua majelis hakim M Sapto dalam sidang di gedung Arsip, Jalan Seram, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11) siang.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara kepada Buni Yani dalam kasus pelanggaran UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Sidang kasus ini sendiri telah berjalan sebanyak 19 kali persidangan.

Meski demikian, majelis hakim tak langsung melakukan penahanan terhadap Buni Yani.

“Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan,” ucap ketua majelis hakim M Saptono.

Mendengar putusan itu, Ketua tim penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengonfirmasi ulang pernyataan hakim.

“Majelis hakim yang terhormat, karena tadi ribut, maaf saya mau konfirmasi karena saya tidak mendengar perintah apa pun untuk eksekusi, tidak ditahan bukan?” tanya Aldwin.

“Iya, iya,” jawab Saptono.

Usai divonis, suasana persidangan mendadak riuh. Massa pendukung Buni Yani merangsek ke tengah persidangan. Polisi yang berjaga di ruang sidang langsung mengamankan majelis hakim dan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Vonis 1 tahun 6 bulan penjara ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni 2 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum menuntut Buni Yani dihukum dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara.

Buni dijerat pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam Pasal 193 ayat 2 huruf a KUHAP diatur mengenai sebuah putusan pidana yang tidak disertai perintah penahanan. Putusan tersebut tetap sah. Buni Yani bisa ditahan seandainya nanti di pengadilan tinggi atau kasasi, majelis hakim menyatakan Buni Yani bersalah dan memerintahkan penahanan.

Apabila dalam banding atau kasasi Buni Yani bebas, tentu saja Buni Yani tidak perlu menjalani masa penahanan. (*)

Komentar

Berita Terbaru