oleh

Bupati Aceh Tamiang Segera Perbaiki Jembatan Gantung Rimba Sawang

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Sebuah jembatan gantung berkontruksi tali seling berlantai kayu di Desa Rimba Sawang, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang putus saat dilintasi pengendara sepeda motor, Jumat (12/5) pagi.

Dampak putusnya jembatan itu membuat akses penghubung bagi masyarakat Dusun Tanjung Priok, Desa Rimba Sawang menuju desa lainnya dan menuju ke sekolah lumpuh total. Disisi lain, salah seorang warga yang melintas jembatan ini seketika terjatuh ke sungai bersama sepeda motor yang dikendarainya.

Informasi dihimpun Penanegeri.com menerangkan, musibah putusnya titi gantung yang panjangnya sekitar 80 meter tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja seorang pengendara yang juga warga setempat Mahiruddin (40) menjadi korban tercebur kedasar sungai setinggi 25 meter dari permukaan air saat dirinya melintas.

“Korban terjatuh bersama sepeda motornya ke sungai ketika tali seling yang menopang badan jembatan putus. Kondisinya mengalami luka dibagian bawah telinga kanan dan lecet dibagian perut, selanjutnya dirawat di klinik paramedis terdekat,” terang Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Syaiful Sahputra kepada awak media, Jumat siang.

Dikatakannya, setelah jatuh ke sungai korban berusaha menyelamatkan diri dari arus sungai yang deras karena diwilayah hulu malamnya habis turun hujan.

“Korban berhasil menyelamatkan diri karena bisa berenang, namun sepeda motornya sampai saat ini belum diketemukan,” ucapnya.

Beberapa saat paska putusnya jembatan tersebut, Bupati Aceh Tamiang, H Hamdan Sati, ST didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dinas PUPR), Syamsuri, SE serta Kabid Bina Marga, Fachruddin, ST tiba dilokasi sekitar pukul 11.00 WIB meninjau jembatan gantung yang putus.

Bupati menyampaikan, pemkab Aceh Tamiang akan segera melakukan perbaikan atas jembatan yang runtuh tersebut dan dalam waktu dekat akan menurunkan tim teknis. Upaya perbaikan titi gantung tersebut akan menggunakan dana cadangan perbaikan jembatan.

“Untuk sementara ini bagi warga yang hendak menyeberang sudah dipersiapkan perahu dari BPBD Aceh Tamiang agar warga serta anak-anak dapat bersekolah dengan melintasi jalur sungai,” paparnya.

Datok penghu Desa Rimba Sawang, Sayed Razali, dilokasi jembatan menjelaskan, jembatan gantung rubuh akibat putusnya salah satu tali seling bagian atas yang merupakan penahan utama beban jembatan gantung.

“Beberapa menit sebelum putus anak-anak sekolah ramai melewati jembatan ini. Alhamdulillah itu tidak terjadi saat anak SD melintas,” tuturnya.

Jembatan gantung ini, sambung Razali, sudah berusia sekitar 20 tahun karena dibangun pada tahun 2006. Terkait putusnya seling baja diperkirakan tidak mampu lagi menahan beban. Seling yang putus tepat dibagian pangkal jembatan (abutment) tempat pengikat tali gantungan jembatan.

“Putusnya akses penyeberangan ini sangat berdampak bagi warga Dusun Tanjung Priok, Rimba Sawang yang dihuni sekitar 70 KK lebih,” jelasnya.

Lumpuhnya aktivitas warga, juga berpengaruh dengan hasil pertanian warga setempat yang bakal semakin sulit untuk dibawa keluar ke pusat ibu kota Kuala Simpang.

“Karena jalur alternatifnya sangat jauh dan harus memutar. Kita berharap pemerintah daerah bisa segera memperbaiki jembatan gantung ini, karena tidak lama lagi kita menghadapi lebaran Idul Fitri, pastinya sangat banyak warga yang membutuhkan jembatan ini bisa bagus kembali,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru