oleh

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari Belanja 40 Tas Mewah

PENANEGERI, Jakarta – Rita Widyasari yang merupakan Bupati nonaktif Kabupaten Kutai Kartanegara diduga membeli 40 buah tas mewah bermerek.  Rita disangka melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Tas bermerek ada 40 buah. Ini tas-tas mahal buatan desainer,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa (16/1).

Dalam jumpa pers, KPK menunjukkan beberapa barang bukti berupa tas yang dibeli Rita. Beberapa tas tersebut bermerek Hermes, Chanel, dan Louis Vuitton.

Selain tas, KPK juga menyita sepatu dan jam tangan. Selain itu, uang dollar AS yang jumlahnya setara Rp 200 juta, dan dokumen berupa rekening koran.

Dari penggeledahan itu, tim penyidik menyita uang 10.000 dolar Amerika Serikat dan uang dalam bentuk rupiah. “Sehingga total keduanya sekurang-kurangnya dengan Rp 200 juta rupiah,” tutur Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif .

Penyidik KPK juga menyita dokumen dan bukti transaksi koran atas pembelian sejumlah aset termasuk juga menyita 40  buah tas bermerk, sepatu, jam tangan dan perhiasan lainnya.

Baca Juga  KPK Gelar OTT pada Pejabat Kementerian Perhubungan

‎”Perlu dijelaskan, ini sebagian tas yang disita ada 40-an tas, banyak merek termasuk LV, Hermes, Gucci dan sejumlah tas lain sekitar 40 an tas,” ungkap Laode.

Dalam jumpa pers, KPK menunjukkan beberapa barang bukti berupa tas yang dibeli Rita.

Beberapa tas tersebut bermerek Hermes, Chanel, dan Louis Vuitton.

Puluhan tas itu didapatkan petugas KPK saat melakukan penggeledahan di 9 lokasi.

Beberapa di antaranya di rumah pribadi Rita, rumah anggota DPRD, dua rumah pribadi di Samarinda, dan satu rumah teman Rita di Kabupaten Tenggarong.

Rita Widyasari dan Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin, diduga telah menerima fee atas proyek, fee atas perizinan, dan fee pengadaan barang dan jasa yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kukar.
Adapun, jumlah gratifikasi tersebut totalnya sebesar Rp 436 miliar.

Rita dan Khairudin diduga membelanjakan hasil gratifikasi tersebut berupa pembelian kendaraan yang menggunakan nama orang lain, juga diduga membeli tanah dan menyimpan uang atas nama orang lain.

Baca Juga  Anggota DPR Miryam Haryani jadi Buronan KPK

Atas perbuatan itu, Rita dan Khairuddin dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP‎.

Sebelumnya, Rita bersama Khairudin telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penerimaan gratifikasi. Rita juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Hari Susanto Gun selaku Dirut PT Sawit Golden Prima. (*)

Komentar

Berita Terbaru