oleh

Bupati Rita Widyasari Tersangka KPK Bukan dari OTT

PENANEGERI, Jakarta – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rita Widyasari, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/9).

Bupati Rita ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pengembangan kasus. “Ya (sudah tersangka), tapi itu bukan OTT (Operasi Tangkap Tangan), pengembangan kasus biasa,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di DPR, Senayan, Selasa (26/9).

Namun Syarif enggan menjelaskan kasus yang menjerat Rita. Dia hanya menyebut akan ada konferensi pers terkait dengan itu.

Sedangkan di akun Facebooknya, Rita membuat status di akun Facebook miliknya, Selasa (26/9), Rita menampik dugaan penangkapannya adalah operasi tangkap tangan (OTT), namun dia tak membantah jika kantornya digeledah.

“Kalau ada berita OTT tentang saya itu salah, kalau pengeledahan kantor benar, doakan tetap semangat,” tulisnya pada 26 September 2017 pukul 22.30 di akun facebooknya.

Sedangkan jika ditelusuri dalam halaman LHKPN KPK, Rita terakhir kali melaporkan harta kekayaan pada 2015. Saat itu harta kekayaannya tercatat sekitar Rp 236 miliar dan USD 138 ribu.

Baca Juga  Dua Pegawai PN Jaksel Ditangkap KPK

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Rita yang diakses melalui acch/kpk.go.id, Rita yang juga Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur tersebut terakhir melaporkan harta kekayaan pada 29 Juni 2015.

Rita diketahui memiliki harta kekayaan Rp 236,7 miliar dan USD 138.412. Jumlah tersebut melonjak dari pelaporan pada 23 Juni 2011. Saat itu, harta kekayaan Rita Rp 25,8 miliar dan USD 138.412.

Harta tersebut terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Harta tak bergerak tercatat senilai Rp 12 miliar, yang terdiri dari 54 aset tanah dan bangunan yang sebagian besar berada di Kutai Kartanegara.

Sementara harta bergerak Rita tercatat senilai Rp 2,8 miliar berupa mobil Ford Everest, Toyota Crown, BMW, dan VW Caravelle.

Rita juga tercatat memiliki perkebunan kelapa sawit senilai Rp 9,5 miliar dan hasil pertambangan senilai Rp 200 miliar dari lahan seluas 2.694 Ha.

Rita juga memiliki logam mulia, batu mulia, dan benda bergerak lainnya senilai Rp 5,6 miliar, serta Giro dan setara KAS lainnya senilai Rp 6,7 miliar dan USD 138.412.

Baca Juga  Anggota DPR Miryam Haryani jadi Buronan KPK

Berdasarkan biodata, Rita merupakan Bupati Kukar bergelar Phd. Dia menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Utara Malaysia (UUM) dalam waktu singkat.

Sebelumnya, Rita menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Padjadjaran (Unpad) jurusan Administrasi Niaga dan S2 di Universitas Jenderal Soedirman. Sebelum menjadi bupati, Rita pernah menduduki kursi Ketua DPRD Kukar dari partai Golkar.

Dalam hal berorganisasi, Rita pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang merupakan induk organisasi kepemudaan di Kalimantan Timur. Selanjutnya, Rita berhasil menduduki kursi Ketua Golkar Kaltim.

Perempuan kelahiran Tenggarong, 11 November 1973 itu juga aktif dalam bidang olahraga. Rita bahkan ditunjuk sebagai bendaharan umum SEA Games XXIX untuk Indonesia

Namun, pada haris Selasa (26/9)Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, sudah  ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (*)

Komentar

Berita Terbaru