oleh

Cal Crutchlow : Honda Tetap yang Paling Sulit Dikendarai

-MotoGP-18 views

PENANEGERI, Moto GP – Pembalap LCR, Cal Crutchlow, mengatakan bahwa motor Honda Moto GP tetap yang paling sulit untuk dikendarai di grid, meskipun ada keuntungan yang dibuat oleh pabrikan Jepang tersebut belakangan ini.

Honda menjalani musim yang luar biasa dimana pembalapnya tampil baik di semua uji coba pra-musim dan Marc Marquez finish di tempat pada balap pembuka Qatar yang memperlihatkan indikasi perbaikan motor.

Tapi Crutchlow yang mengendarai RC213V berada di posisi keempat, merasa yakin Honda tetap menjadi motor tersulit yang harus dihadapi.

Ditanya apakah Honda dalam kondisi yang lebih baik daripada pesaingnya, ia berkata, “Tidak. Honda memiliki pembalap terbaik. Jika Anda melihat Marc, jika Anda melihat Dani (Pedrosa), mereka sangat luar biasa. Saya juga belajar mengendarai motor ini dengan sangat baik,” ungkapnya seperti dilansir laman Sky Sports, Kamis (5/4).

“Tapi Honda dikenal sebagai motor yang paling sulit untuk dikendarai sejauh ini. Anda dapat melihatnya di TV, yang perlu Anda lakukan adalah membuka mata Anda dan Anda akan melihatnya. Saya pikir kami berada dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada musim sebelumnya, tetapi saya pikir para pembalap sudah berusaha sangat keras,” tambahnya.

Baca Juga  Honda Umumkan Jorge Lorenzo Jadi Rekan Marquez di 2019-2020

Crutchlow juga mengatakan penyelesaiannya di pembuka musim adalah contoh dari perbaikan Honda, yang disertaui oleh kemampuannya sendiri.

“Qatar tidak cocok untuk saya, apalagi Honda, tetapi Honda memang telah meningkat dan saya telah meningkatkan cara berkendara dengan motornya. Ini kombinasi antara dua hal. Saya pikir tim ini sudah kompetitif, Marc sebelum,nya menang di sini dan dia sudah naik podium di sini, jadi harapannya cukup bersar,” bebernya.

“Tapi saya pikir kami melakukannya dengan baik untuk berada di barisan depan dan dapat bersaing, dan saya pikir tim saya dan Honda telah melakukan pekerjaan yang hebat. Saya pernah berada ditempat keempat sebelumnya, tapi itu dengan Yamaha dan situasinya cukup berbeda,” terang Crutchlow.

GP Qatar menampilkan sejumlah tim satelite yang cukup baik, dengan Johann Zarco (Tech 3 Yamaha) sempat memimpin di awal bersama dengan Crutchlow dan Danilo Petrucci (Pramac Ducati) mengikuti barisan depan.

Namun Crutchlow mengecilkan peluangnya untuk bersaing di jajaran atas musim ini, dimana ada beberapa aspek yang dianggap kurang mendukung untuk memenangkan podium.

Baca Juga  Cal Crutchlow : Marquez Sekarang Satu-Satunya Alien di Moto GP

“Ini adalah sumber daya yang Anda miliki sebagai tim satelite, tentu saja berbeda dengan tim pabrik yang memiliki banyak keunggulan. Saya tidak hanya berbicara tentang anggaran, tetapi uang yang menciptakan segalanya, seperti yang Anda lihat sendiri. Ini adalah sumber daya yang bisa membuat perbedaan 50 poin di akhir musim, tapi kita lihat saja nanti apakah akan ada sesuatu yang berubah,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru