oleh

Cal Crutchlow : Marquez Sekarang Satu-Satunya Alien di Moto GP

PENANEGERI, Moto GP – Empat kali juara dunia Moto GP, Marc Marquez, kini menjadi satu-satunya pembalap di grid yang bisa menganggap dirinya sebagai “alien”, menurut Cal Crutchlow.

Marquez menjadi pembalap termuda yang mencetak gelar keempat akhir pekan lalu di Valencia, mengalahkan Andrea Dovizioso dengan finish ketiga dalam balapan terakhir yang dramatis dan kontroversial.

Pembalap berusia 24 tahun itu membahayakan peluangnya saat motornya keluar jalur di tikungan pertama sesaat setelah dia memimpin atas Johann Zarco dan naris saja terjadi tabrakan.

Cal Crutchlow mengatakan bahwa pembalap lain akan jatuh jika mereka melakukan kesalahan yang sama, dan menunjuk pada prestasi Marquez tahun ini sebagai bukti bahwa dia sekarang adalah satu-satunya “alien” di Moto GP, istilah yang diciptakan oleh Colin Edwards pada tahun 2009.

“Dia adalah pembalap terbaik di planet ini, sesederhana itu,” kata Crutchlow terkait Marquez, dilansir laman MotoGP, Minggu (19/11).

“Anda tahu apa yang akan menjadi resiko pada balapan, dia (Marquez) bisa kehilagan peluang jika Dovizioso memenangkan perlombaan, jika itu terjadi pada pembalap lain, hasilnya bisa lebih buruk. Yang bisa dia lakukan dengan motor itu sangat fenomenal, dia tampil luar biasa, tidak ada keraguan tentang itu,” tambahnya.

Baca Juga  Maverick Vinales Umumkan Kontrak Baru di Tim Yamaha Moto GP

“Semua orang biasa membicarakan alien, tapi hanya ada satu alien dan sisanya normal sekarang. Apa yang bisa dia lakukan dengan motor itu, tidak ada yang bisa dilakukan orang lain,” sambung Crutchlow.

Sesalkan hasil tahun 2017

Ketika Marquez memastikan gelar di Valencia, Crutchlow justru mengakhiri musim di posisi ke-8 yang membuatnya berada di urutan ke-9 klasemen di belakang Zarco dan Danilo Petrucci.

Diminta untuk meringkas musim ketiganya bersama tim  LCR, Crutchlow menggambarkannya sebagai musim yang biasa saja, dan mengatakan bahwa kegagalannya untuk menambah dua kemenangan musim lalu jadi rasa frustrasi.

“Jika Anda melihat hasilnya, saya memiliki banyak prestasi, balapan di mana Anda terlihat wajar jika merasa kesal, karena Anda ingin berada di podium. Kami lebih sering di posisi ketiga dan kelima, saya kecewa karena saya tidak pernah mendapat podium lagi (setelah balapan di Argentina),” ungkap Crutchlow.

“Saya membuang beberapa kesempatan dan beberapa hal tidak pernah menguntungkan saya. Ditambah lagi pada balapan lain, motor saya tidak cukup cepat,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru