oleh

Camat Banda Mulia Tetapkan Batas Kampung di Wilayah Kerjanya

-Aceh-26 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Guna memperkuat penataan administrasi pemerintahan kampung, 10 (sepuluh) kampung yang berada di wilayah Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang melakukan penetapan dan penegasan batas antar kampung. Penegasan batas dilakukan secara simbolis di pilar batas 1 Kampung Besar antara Kampung Besar – Kampung Paya Rahat, Kamis (23/11).

“Batas ini selain untuk menjamin tertib administrasi pemerintahan kampung, juga berfungsi untuk memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah kampung sehingga kedepan tidak terjadi lagi yang namanya konflik batas. Penetapan dan penegasan batas kampung mengacu pada Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa,” papar Camat Banda Mulia, Iman Suhery, S.STP, MSP kepada Penanegeri.com, di lokasi pilar batas 1 Kampung Besar.

Dijelaskannya, seluruh pembiayaan kegiatan dibebankan kepada APBKampung Tahun 2017 di masing – masing kampung dengan nominal pendanaan Rp 32 juta dengan ricncian untuk belanja modal Global Positioning System (GPS), pelatihan operator GPS sebanyak 2 (dua) orang, makan dan minum rapat serta kegiatan pembuatan pilar dan cetak peta kampung.

Baca Juga  Honor Anggota Monitoring Pilkada Kesbangpol Tamiang Diduga Sarat Manipulasi

“Semuanya diberdayakan tenaga lokal mulai dari operator GPS yang dilatih sampai tenaga pemasangan pilar. Hanya, untuk operator GIS-nya kita manfaatkan tenaga ahli dari luar. Out put-nya, peta tersebut nantinya akan juga dapat melihat data – data lainnya seperti batas dusun, fasilitas umum contohnya, jalan, jembatan, masjid/mushola, puskesmas, sekolah, kantor dan lainnya,” beber Camat yang akrab disapa Bayu itu.

Saat ditanya hambatan pelaksanaan kegiatan, Bayu mengatakan bahwa setiap pelaksanaan kegiatan tentu ada hambatan yang dihadapi. Namun karena kekompakan para datok penghulu beserta perangkat dalam mensosialisasikan kegiatan kepada masyarakatnya yang juga tak lepas dari dukungan kebijaksanaan dan kewibawaan para tokoh – tokoh masyarakat sehingga semua hambatan dapat diiatasi dengan baik.

“Sosialisasinya dari tahun 2016 kemarin, pelaksanaannya tahun ini. Yang belum mencapai kesepakatan masih ada. Hanya tinggal 1 (satu) posisi batas lagi yaitu antara Kampung Telaga Meuku Sa dengan Matang Seping,” ujarnya.

“Tim PPBDes beserta Forkopimcam hanya fasilitator, terkait kesepakatan berpulang kepada kampung masing – masing, yang selalu kita tegaskan penetapan tapal batas tak pengaruhi hak – hak perdata seperti kepemilikan tanah, kebun, itu tetap milik pribadi. Hari ini batas sudah kita tegaskan, tinggal kemauan saja menuju kemajuan yang harus kita keraskan,” lanjut Bayu sembari tersenyum.

Baca Juga  Polres Aceh Tamiang Bagikan Takjil Gratis kepada Pengguna Jalan yang Patuh

Dilokasi yang sama, Danramil 13 Bdh Kodim 0104/Atim, Kapten Inf Muhammad Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tim PPBDes dan sejumlah tokoh masyarakat yang telah berbuat yang terbaik dalam melaksanakan penetapan dan penegasan batas kampung.

“Alhamdulillah batas sudah ditegaskan dengan tercapainya kesepakatan. Batas ini rawan. Saya percaya tidak ada lagi konflik batas di generasi berikutnya. Laporan yang saya dapatkan kegiatan ini bersumber dari dana desa. Kegiatan seperti ini yang kita harapkan, sangat bermanfaat apalagi dari kami unsur TNI, tentunya peta kampung ini sangat membantu dalam pelaksanaan tugas kami kedepan” urainya.

Hal senada turut disampaikan Kapolsek Bendahara Iptu Taviep Priawen, SH melalui Wakapolsek Bendahara Ipda Didik Surya, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim PPBDes sehingga tapal batas antar desa dalam kecamatan dapat diselesaikan tanpa adanya konflik.

“Kami mengaharapkan kepada elemen terkait untuk sama sama menjaga hasil yang telah dicapai sehingga kedepannya tidak timbul permasalahan” tandasnya.

Kegiatan penetapan tapal batas tersebut turut dihadiri oleh Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa (Tim PPBDes) Aceh Tamiang, Forkopimcam Banda Mulia, Kepala Mukim Telaga Meuku, para Datok Penghulu, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Komentar

Berita Terbaru