oleh

Camat Tamiang Hulu : Pedagang Senang Diarahkan untuk Ketertiban

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Pasar Tradisional Pulo Tiga dihimbau untuk menjaga ketertiban umum dan estetika di kawasannya oleh Camat Tamiang Hulu (Tahu) Kabupaten Aceh Tamiang, Iman Suhery, S.STP, M.SP. Him­bauan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 188.55/17 terkait penertiban pasar terutama di pusat kecamatan.

“Benar, kami telah membuat surat himbauan kepada seluruh pedagang pekan agar tidak berjualan di badan jalan. Hal itu dilakukan untuk menjaga estetika di pasar agar lebih terta­ta dan ramah terhadap konsumen yang melakukan transaksi jual beli,” ungkap Camat Iman Suhery kepada Penanegeri.com, Senin (15/1) di Tamiang Hulu.

Dua minggu setelah dipindah tugaskan dari Camat Banda Mulia menjadi Camat Tamiang Hulu pada akhir Desember 2017 lalu, Iman Suhery yang kerap disapa Bayu langsung membuat gebrakan melakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di peka­nan Desa Pulo Tiga.

Camat Tamiang Hulu

Kegiatan ini menindaklanjuti perintah Bupati Aceh Ta­miang, H Mursil, SH, M.Kn  dari hasil rapat bersama yang di­gelar baru-baru ini dengan para camat untuk melakukan pe­ner­tiban pasar tradisional yang semrawut di kecamatan ma­sing-masing.

Baca Juga  Pengaspalan Jalan di Alue Sentang Aceh Tamiang Terkesan Asal Jadi

“Terkait penertiban pasar diambil alih dan di ko­mandoi pihak kecamatan, namun tetap bersinergi dengan Satpol PP dan Disperindagkop Aceh Tamiang,” terangnya.

Sebelum dilakukan penertiban, lanjut Camat, unsur For­kopimka Tamiang Hulu dan Mukim Ka­loy, telah memasang patok batas larangan berjualan di pinggir dan badan jalan. Pada hari Sabtu (13/1) pagi, anggota Kecamatan, Koramil dan Polsek setempat menertibkan PKL agar mematuhi patok batas yang sudah ditentukan. Alhasil suasana pekan yang diapit areal perkebunan itu menja­di tertib.

Camat Tamiang Hulu

“Ada sekitar 27 pedagang di pasar, kami berkomunikasi langsung dengan mereka dan mengarahkan pedagang ke lokasi yang telah didata. Dipindahkan dari pinggir jalan ke dalam untuk seterus­nya berjualan di tempat yang telah di­tentukan, yakni di depan ruko yang dibangun pemda,” bebernya.

Bayu menjelaskan, respons para PKL saat di­tertibkan cukup mene­rima dan lebih su­ka karena posisi mereka lebih nyaman. Di sisi lain, para pembeli juga ber­komentar lebih mudah ber­transaksi dan terhindar dari kemacetan kendaraan yang melintas dari dua arah karena posisi PKL sudah tertata di dalam.

Baca Juga  Jamrud Gelar Konser di Bumi Muda Sedia

Camat Tamiang Hulu

“Kita terlibat perbincangan langsung dengan pedagang ikan, pakaian dan lainnya. Mereka sangat setuju untuk ditertibkan,” ujarnya.

Usai meninjau pasar yang ditertibkan, unsur Forkopimka Tamiang Hulu, Mukim dan Ke­pala Puskesmas setempat menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah balita laki-laki bernama Megi (2,3) yang menderita gizi buruk.

Megi dilaporkan lahir dalam kondisi prematur 8 bulan da­lam kandungan. Di kediaman tersebut, Camat Tamiang Hulu Iman Suhery memberikan bantuan berupa makanan bergizi serta tali asih.

“Satu-satunya penderita gizi buruk yang terdata di Kecamatan Tamiang Hulu yaitu Megy, warga Dusun Tanjung Mu­lia, Desa Kaloy,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru