oleh

Catalonia umumkan Referendum Kemerdekaan

PENANEGERI, Desk Internasional – Pemimpin Catalonia (Catalunya/Katalonia) mengumumkan bahwa wilayah tersebut akan mengadakan referendum untuk memisahkan diri dari negara Spanyol.

Pemerintah daerah Catalonia telah mengumumkan rencana untuk mengadakan referendum kemerdekaan pada tanggal 1 Oktober 2017 mendatang.

Pemimpin daerah Catalonia  Carles Puigdemont mengatakan bahwa para warga Catalonia akan diminta untuk menjawab pertanyaan dengan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’ dengan satu pertanyaan: “Apakah Anda ingin Catalonia menjadi negara merdeka dalam bentuk republik?”

Dia mengatakan upaya untuk kesepakatan atas kemerdekaan Catalonia  dengan pemerintah Madrid – yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mariano Rajoy – gagal dan membiarkannya tanpa pilihan selain bergerak secara sepihak.

Pemerintah Spanyol menanggapi dengan mengatakan akan menghalangi upaya Catalonia untuk memisahkan diri dari wilayah  negara  Spanyol.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan mengakui adanya kebebasan memilih karena menganggapnya tidak konstitusional.

Berdasarkan konstitusi Spanyol, referendum mengenai kedaulatan harus diselenggarakan secara nasional, bukan regional.

Juru bicara pemerintah Spanyol, Inigo Mendez de Vigo, mengatakan setelah sebuah pertemuan kabinet pada hari Jumat pagi (9/6), “Referendum itu tidak akan berlangsung karena ilegal. Kami menghadapi strategi yang semakin radikal yang kurang mendapat dukungan.” tandas Inigo dari pihak Spanyol.

Sebuah pemungutan suara informal pada tahun 2014 lalu telah meminta pandangan warga Katalonia mengenai opsi kemerdekaan. Sekitar, 80,72 persen – atau sekitar dua juta orang – mengatakan bahwa mereka mendukung pemisahan dengan negara Spanyol.

Namun, jumlah pemilih rendah dan hasilnya tidak mengikat. Pemungutan suara tahun 2014 tersebut  hanya diselenggarakan oleh sukarelawan.

Di bawah Pasal 155 konstitusi Spanyol, Madrid dapat memaksa pemerintah daerah untuk membatalkan referendum tersebut. Pemerintah pusat sebelumnya telah memblokir gerakan separatis Catalonia mengajukan banding ke pengadilan konstitusional Spanyol. (*)

Komentar

Berita Terbaru