oleh

CEO Telegram Pavel Durov Temui Menkominfo

PENANEGERI, Jakarta- CEO layanan aplikasi Telegram, Pavel Durov melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Selasa (1/8).

Sebelum melakukan meeting, Pavel Durov dan Menkominfo Rudiantara menyempatkan mengadakan makan siang bersama, dengan hidangan makanan khas Indonesia, di antaranya ada gurame goreng dan bakwan jagung.

Kemungkinan setelah makan siang ini, Pavel Durov akan membicarakan tentang pencekalan Telegram oleh  Kominfo.

Sebelumnya ketika Telegram diblokir, Durov mengeluarkan pernyataan yang isinya untuk mengklarifikasi, bahwa telah terjadi miskomunikasi selama ini. Durov juga mengakui bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika memang telah menghubungi mereka, namun lambat direspons oleh tim Telegram.

Pavel Durov sebelumnya mengakui memang ada banyak sekali saluran terkait terorisme di channel Telegram. Namun setiap bulan, Durov mengklaim telah memblokir ribuan saluran publik ISIS dan mempublikasikan daftarnya di @isiswatch.

“Kami terus berusaha untuk lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris, dan selalu terbuka terhadap gagasan tentang bagaimana menjadi lebih baik dalam hal ini,” kata pria berusia 32 tahun itu.

Baca Juga  Diplomatic Forum: Media Mainstream VS Media Sosial

Untuk memperbaiki masalah ini, khususnya agar Telegram tidak terus diblokir, Durov pun menawarkan tiga solusi kepada pemerintah Indonesia.

Pertama, memblokir semua saluran publik terkait teroris yang sebelumnya telah dilaporkan oleh Kominfo.Kedua, mengirim email ke Kominfo untuk membentuk saluran komunikasi langsung, yang memungkinkan Telegram bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan menghalangi propaganda teroris di masa depan.

Ketiga, membentuk tim moderator yang berdedikasi dengan pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia untuk dapat memproses laporan konten yang berhubungan dengan teroris lebih cepat dan akurat.

Terkait solusi inilah Chief Executive Officer (CEO) Telegram, Pavel Durov, melakukan dialog dengan Menkominfo  di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (1/8).

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza, membenarkan kunjungan Durov di kantor Kemenkominfo. Ia akan bertemu dengan Menkominfo Rudiantara yang merupakan tindak lanjut dari pemblokiran situs web Telegram.

“Mr Durov berkunjung ke Kemkominfo pukul 13.30 WIB. Tidak ada konferensi pers khusus,” kata Noor Iza dalam pesan singkat.Menteri Rudiantara juga membenarkan hal tersebut. “Setelah makan siang kami akan meeting dengan Pavel Durov,” katanya dengan singkat di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta.

Baca Juga  Kominfo Akan Jalankan Sistem Mesin Crawling untuk Blokir Situs Pornografi

Seperti diketahui, Kemenkominfo memblokir 11 DNS situs web Telegram karena dinilai banyak berisi konten yang menyangkut penyebaran radikalisme dan terorisme.Sebelum pemblokiran, Kemkominfo telah mengirim permohonan kepada pihak Telegram untuk membersihkan konten-konten tersebut dari seluruh kanal yang difasilitasi oleh pihak Telegram.

Terkait pembahasan bagaimana solusi terhadap masalah pemblokiran aplikasi Telegram di Indonesia inilah CEO Telegram, Pavel Durov mendatangi kantor Kemenkominfo dan bertemu dengan Menkominfo untuk berdialog secara langsung. (*)

Komentar

Berita Terbaru