oleh

China Konfirmasi Penyelenggaraan Formula 1

PENANEGERI, Formula 1 – China telah mengamankan status sebagai penyelenggara Formula 1 di masa depan setelah menyetujui kesepakatan tiga tahun baru dengan pemilik olahraga otomotif tersebut.

Perlombaan di Shanghai saat ini tunduk pada konfirmasi rancangan undang-undang yang diproduksi oleh FIA awal tahun ini, namun perundingan telah direvisi baru-baru ini untuk menyelesaikan kesepakatan baru setelah kontraknya habis tahun ini.

Kesepakatan untuk mempertahankan F1 di Sirkuit Internasional Shanghai sampai 2020 sekarang telah disortir, dengan pengumuman datang pada hari Jumat.

“Kami sangat senang telah mencapai kesepakatan yang akan melihat Grand Prix China Formula 1 berlanjut sebagai jadwal untuk kejuaraan setidaknya tiga tahun lagi,” kata Chase Carey salaku pimpinan F1.

“Negara besar ini telah menunjukkan ketertarikan yang luar biasa terhadap olahraga kami dan kami yakin masih banyak potensi yang belum dijelajahi di sini. Kami siap memberikan dukungan secara olahraga untuk kemajuan negara ini, memastikan bahwa China adalah salah satu negara yang mendukung sportifitas dan juga hal-hal positif dalam dunia otomotif,” tambahnya.

Baca Juga  Renault Inginkan Carlos Sainz dengan Kontrak Jangka Panjang

Kesepakatan GP China terjadi setelah pemilik F1, Liberty Media, baru-baru ini memperpanjang kesepakatannya untuk menjadi tuan rumah balapan di Singapura sampai tahun 2021. China pertama kali menggelar grand prix pada 2004 silam, dan semula diperkirakan akan menjadi tuan rumah putaran kedua F1 musim 2018.

Namun, diketahui bahwa pihaknya akan bertukar tanggal dengan GP Bahrain, jadi sekarang akan kembali ke tanggal 15 April. Konfirmasi peralihan tersebut diperkirakan akan terjadi pada tahun berikutnya setelah diratifikasi dari Dewan Olahraga Motorsport Dunia (FIA).

Sebelummnya, tanggal 8 April dianggap tidak ideal untuk Shanghai karena ingin menghindari liburan nasional ketika banyak penduduk setempat meninggalkan kota. Ditambah sedikit pergantian tanggal bisa membantu grand prix menghindari musim hujan dengan situasi terburuk.

“Ya, memang akan ada perubahan jadwal atau bisa dibilang pertukaran, ini dilihat dari situasi masing-masing negara dan potensi penyelenggaraan agar lebih lancar,” sambung pimpinan F1 tersebut.

“Kami akan mengadakan pemibcaraan lebih lanjut untuk pertukaran ini, dua belah pihak akan mencari kesepakatan dan didukung oleh FIA sebagai pengawas olahraga ini,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru