oleh

China Luncurkan Kapal Induk buatan Dalam Negeri Pertama

PENANEGERI, Desk Internasional – Kapal Induk buatan Republik Rakyat China Tiongkok terbaru berkapasitas 50.000 ton telah diluncurkan pada hari Rabu (26/4),  semakin menunjukkan kecanggihan teknis industri pertahanan China yang berkembang.

Media televisi milik pemerintah China Global Television Network memberitakan bahwa kapal induk kedua China yang disebut Type 001A akan diberi nama Shandong sudah siap diluncurkan

Repubik  Rakyat China (Tiongkok)  telah meluncurkan kapal induk pertamanya di dalam negeri, sebagai bukti kecanggihan teknis industri pertahanannya.

Kapal Induk baru buatan dalam negeri yang bertonase 50.000 ton ini tengah ditarik dari galangan kapal pada hari Rabu (26/4) pagi setelah sebuah upacara di kota pelabuhan Dalian utara.

Pengembangan kapal induk baru ini dimulai pada tahun 2013 dan konstruksi dimulai pada akhir 2015. Diharapkan akan ditugaskan secara resmi sekitar sebelum 2020, setelah uji coba laut dan kedatangan pelengkap udara penuh.

Laporan peluncuran tersebut mengatakan bahwa sebotol sampanye dipecahkan di busur kapal dan pesawat lainnya di pelabuhan tersebut membunyikan klakson mereka dalam perayaan.

Baca Juga  Taiwan : Kapal Induk China berlayar ke Zona Pertahanannya

Seperti kapal induk Liaoning yang telah dimilki Republik Rakyat China ( Tiongkok) yang berkapasitas 60.000 ton, yang dibeli dari Ukraina-Russia, kapal induk baru  yang baru saja diluncurkan ini didasarkan pada rancangan kelas Soviet Kuznetsov, dengan dek bergaya  Ski Jump  untuk lepas landas dan pembangkit listrik tenaga uap uap berbahan bakar minyak konvensional.

Dek yang bertype Ski Jump ini atau yang dalam terminologi militer disebut dengan STOBAR (Short Take off But Arrested Recovery).

Berbeda dengan kapal induk pertama China yakni Liaoning yang merupakan bekas Uni Soviet kelas Varyag yang direhab menjadi nama Liaoning, kapal induk China adalah 100% buatan dalam negeri.

China diyakini berencana untuk membangun setidaknya dua – dan mungkin sebanyak empat kapal tambahan, dengan salah satunya – Tipe 002 – dilaporkan sudah dibangun di galangan kapal di luar Shanghai.

Kapal Induk yang tengah dibangun diperkirakan akan lebih dekat ukurannya dengan kapal kelas Nimitz bertenaga 100.000 Ton milik angkatan laut Angkatan Laut AS, dengan dek penerbangan yang datar dan ketapel untuk memungkinkan pesawat diluncurkan dengan lebih banyak membawa bom dan bahan bakar.

Baca Juga  Taiwan : Kapal Induk China berlayar ke Zona Pertahanannya

Sedangkan kapal Induk Liaoning yang dibeli China dari Rusia awalnya disebut-sebut sebagai platform percobaan dan pelatihan, namun pada bulan Desember 2016 lalu dinyatakan siap menghadapi pertempuran dan telah mengambil bagian dalam latihan penembakan langsung di Laut Cina Selatan, di mana ketegangan meningkat karena  pembangunan pulau buatan China. Lengkap dengan landasan udara dan struktur militer. (*)

Komentar

Berita Terbaru