oleh

Cintai Lingkungan, Waspada terhadap Sampah Plastik Sekali Pakai

PENANEGERI, Internasional- Untuk memperingati Hari Valentine, United Nations Environment Programme (UNEP), organisasi sayap lingkungan PBB mendesak semua orang untuk ‘putus’ dengan plastik sekali pakai (single-use plastic).

Banyak negara bersiap untuk memperingati Hari Valentine, maka Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) meminta orang-orang untuk mengakhiri “hubungan”  atau istilahnya “toxic relationship”mereka dengan produk plastik sekali pakai (single-use plastic) dan menemukan “cinta baru,” dengan pilihan yang lebih ramah lingkungan.

Dalam karya video ‘It’s not me, it’s you’, sebuah karya video pendek dalam kampanye lingkungan #CleanSeas campaign, sayap lingkungan PBB ini lebih memperhatikan masalah sampah laut yang sangat serius dan mendesak setiap orang untuk meninggalkan kebiasaan penggunaan produk plastik sekali pakai seperti alat makan sekali pakai, botol air, wadah makanan dan tas belanja.

Limbah plastik yang tidak ramah lingkungan ini akhirnya akan berakhir di laut dan samudera, di mana sampah plastik yang hanyut ke laut sangat membahayakan bagi berbagai jenis satwa laut seperti : ikan, burung, kura-kura dan makhluk hidup lainnya yang menganggapnya sebagai makanan atau  satwa-satwa itu menjadi terjerat limbah plastik yang hanyut di laut.

Limbah plastik juga telah memasuki rantai makanan manusia dengan konsekuensi kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami.

Selain berdampak pada kesehatan manusia dan hewan, polusi tersebut juga merugikan bisnis lokal seperti pariwisata, tidak hanya di daerah di mana polutan berasal tapi di tempat-tempat yang jauh, karena terbawa oleh arus laut, maka sampah-sampah palstik itu menjadi terdampar mengotori di pulau-pulau Pasifik kecil dan Kutub Utara, dan daerah Antartika.

Seperti diberitakan oleh situs resmi PBB, Senin (12/2), Kampanye #CleanSeas UNEP bertujuan untuk “turn the tide on plastic” atau dengan kata lain merubah kebiasaan membuang plastik sekali pakai, dengan tindakan inspiratif dari pemerintah, pelaku bisnis dan individu mengenai kesadaran akan bahaya polusi laut.

Peralihan sederhana dengan penggunaan gelas atau wadah logam atau cangkir, atau membawa tas belanja sendiri yang dapat digunakan kembali, dapat memberi dampak untuk turut membersihkan planet ini dari ancaman limbah plastik. (*)

Komentar

Berita Terbaru